Hari Ini, SK4 dan Tim Pemko Bongkar Bangunan


Selasa, 28 Juli 2015 - 19:45:38 WIB

Polsek yang menjadi pe­nengah juga menjelaskan persoalan yang dialami di lapangan dan tim kecamatan mengemukakan kesulitan menghadapi masyarakat yang bersikeras  tidak mau mem­bongkar bangunan sendiri.

Dari pemaparan tim-tim tersebut disimpulkan masih ada masyarakat yang belum mau menyerahkan bangu­nan dan lahan yang akan digunakan untuk jalan. Na­mun, masyarakat Koto Ta­ng­ah terbilang berlaku baik karena dari 40 bangunan yang ada, sebanyak 20 sudah dibongkar dan dua bang­u­nan sedang proses dan se­banyak 18 bangunan belum di bongkar.

Itu data terakhir yang dipaparkan dalam rapat dan tim Kota Padang masih me­nunggu hingga malam ke­marin (28/7), bagi ma­sya­rakat yang ingin mem­bong­kar bangunan sendiri. Se­dangkan dalam pembebasan lahan di Kecamatan Kuranji paling banyak bangunan, yakni sekitar 292 belum ada yang membongkar.

Pembahasan untuk Ke­ca­matan Kuranji, menurut Asisten I, Vidal Triza masih berlangsung. Jika di Ke­camatan Koto Tangah sudah rampung berlanjut di Ke­ca­matan Kuranji dan Pauh.

Dari pemaparan tim ada persoalan yang ditemukan, yaitu masyarakat menilai Pemerintah Kota (Pemko) Padang lemah karena surat teguran yang diberikan di­anggap masyarakat gertak sambal dan deadline yang semakin dekat membuat tim pecah sehingga masyarakat masih belum mau mem­bongkar bangunannya.

Kemudian ada pe­nyim­pangan seperti masyarakat meminta uang paku, di mana uang paku digunakan untuk memindahkan bangunan ya­ng dibongkar guna jalan dan bangunan masyarakat yang akan dipindahkan ke tempat lain. Setelah itu, masyarakat sudah tidak per­caya lagi de­ngan pe­m­e­rin­tah, walaupun janji sudah diberikan pe­me­rintah de­­ngan jaminan tanah di­se­lesai­kan sesuai dengan ha­rapan masyarakat yang di­landasi dengan fakta integritas.

Rapat konsolidasi untuk menangani Koto Tangah diikuti oleh Asisten 1 Vidal Triza, Kabag Pertanahan Amasrul, Camat Koto Ta­ngah Yalmasri, Polsek Koto Tangah Jon Hendri, serta perwakilan dari perguruan tinggi, pengadilan, per­tana­han serta kejaksaan.

Asisten I Kota Padang, Vidal Triza yang didampingi Kabag Pertanahan Kota Pa­dang, Amasrul Haluan me­n­g­a­­takan, aksi yang di­laku­kan merupakan salah satu fini­sing dari pembebasan hingga mencapai 31 Juli. “Hari ini pembongkaran kita lakukan di Koto Tangah dengan me­libatkan SK 4,” urainya.

Pembongkaran yang di­mulai pada pukul 09.00 WIB, tim beserta tim aksi akan bertindak diperkirakan sekitar pukul 10.00 WIB. Tim yang akan diturunkan diprediksi cukup banyak, mulai dari Satpol PP, Ke­po­lisian, TNI, tim kecamatan dan tim Kota.

“Kami optimis pem­be­basan bagunan di jalur 40 meter itu akan bisa di­tun­taskan hingga 31 Juli, sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan,” ujar Vidal.

Pantauan di lapangan memang masih banyak ba­ngu­nan yang berdiri di jalur 40 Meter. Menurut Vidal, bangunan sepanjang jalur 40 tersebut merupakan ba­ngu­nan liar yang tidak memiliki IMB. Namun, itu tidak akan dipersoalkan karena target utama saat ini membebaskan jalur tersebut dari bangunan.

“Persoalan Bypass sudah ada semenjak dari tahun 1980. Jadi bangunan yang berdiri itu bangunan liar, tapi yang kita persoalkan karena kita di deadline, makanya kita minta masya­rakat untuk men­dukung jal­an Bypass ini,” tutupnya. (h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]