Gedung di Pekanbaru Hilang Tertutup Asap


Rabu, 29 Juli 2015 - 19:31:12 WIB
Gedung di Pekanbaru Hilang Tertutup Asap

Badan Metereologi Kli­ma­tologi dan Geofisika Sta­siun Pekanbaru menyatakan jarang pandang hanya ber­kisar 1.500 meter pada saat itu. Namun menjelang siang kondisi asap tak kunjung membaik namun justru tam­pak semakin tebal.

Baca Juga : Tempat Wisata Ditutup, Warga Padati Taman Kota Siak

BMKG sendiri men­de­tek­si sebanyak 148 titik panas di Sumatera yang tersebar di lima provinsi yakni Bangka Belitung sem­bilan titik, Lampung empat titik, Jambi 35 titik, Riau 45 titik dan Sumatera Selatan 55 titik pada Selasa pagi.

“Di Riau titik panas ter­sebar di 10 Kabupaten Ko­ta,” kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin

Baca Juga : Sejak Awal Lebaran, Masuk ke Pantai Tiram Berbayar

Sugarin mengatakan bah­­wa Bengkalis dan In­dragiri Hilir merupakan daerah dengan titik panas terbanyak yakni sembilan titik diikuti Dumai delapan titik, Meranti satu titik, Pelalawan empat titik, Kam­par empat titik, Rokan Hilir satu titik, Rokan Hulu dua titik, Kuantang Singingi tiga titik dan Indragiri Hulu dengan empat titik.

Sementara itu untuk ting­­­kat kepercayaan 70 per­sen yang mengindikasikan keberadaan titik api terdapat 33 titik tersebar di Riau dengan Indragiri Hilir pe­nyumbang titik api ter­ba­nyak yakni delapan titik diikuti Dumai dan Bengkalis masing-masing tujuh dan lima titik. Sebelumnya kabut asap yang terjadi di Pekanbaru pada Senin lalu berimbas pada aktivitas hari pertama masuk sekolah di kota ter­sebut karena pekatnya kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan.

Guna menanggulangi efek kabut asap tersebut, pihak sekolah bersama Di­nas Kesehatan Provinsi Ri­au membagikan masker me­dis kepada siswa-siswa agar mereka tidak langsung meng­hirup asap yang mem­bahayakan kesehatan.

Kepala Sekolah SD Is­lam Terpadu Badan Pe­nge­lola Masjid An Nur, Raja Leni Marlina, mengatakan, sangat mewaspadai bahaya asap bagi kesehatan siswa-siswa. Karena itu, pihaknya me­niadakan apel pagi serta mengurangi jam pelajaran sekolah. Seluruh 272 siswa di sekolah tersebut dipu­langkan lebih cepat pada pukul 11.00 WIB, dari jad­wal normal pada pukul 14.30 WIB.

“Ini merupakan keb­i­jakan sendiri karena kami sekolah swasta jadi tidak perlu menunggu kebijakan dari dinas pendidikan se­tempat. Bahkan, pada saat kabut asap sangat parah pada tahun lalu kami lebih dulu terpaksa meliburkan siswa sampai seminggu,” ujarnya.

Kebijakan pihak sekolah untuk mengurangi dampak buruk kabut asap juga ter­lihat di SMK Muham­ma­diyah 1 Pekanbaru. Pihak sekolah membagikan 600 masker kepada siswa karena asap terasa hingga ke dalam ruangan kelas.

“Pemberian masker ke­pada siswa ini adalah ke­bijakan darurat, sehingga baru 600 masker yang bisa dibagikan padahal di se­kolah ini adalah lebih dari 1.000 siswa. Kami berharap ada bantuan masker dari pemerintah setempat,” kata Wakil Sarana dan Prasarana SMK Muhammadiyah 1, Hendri. (anc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]