Baliho Desra-Bachtul Diduga Dibongkar OTK


Rabu, 29 Juli 2015 - 19:47:12 WIB
Baliho Desra-Bachtul Diduga Dibongkar OTK

“Sebagai partai pe­ngu­sung, tentu saja kita kaget. Kenapa baliho itu bisa hi­lang begitu saja. Tak ada hujan, tak ada angin. Kita tak mau berprasangka buruk, tapu ya mungkin saja sengaja dibongkar dan dicuri orang tak dikenal,” kata Edyart kepada Haluan, Rabu (29/7) kemarin.

Baca Juga : BPBD Sumbar: Jangan Telan Mentah-mentah Informasi Bencana di Media Sosial

pihaknya tidak menuduh siapa yang telah berbuat usil, tetapi juga tidak bisa me­mahami bila baliho yang berukuran besar itu lenyap karena angin. Ia bahkan menjadi heran karena sehari sebelumnya, baliho yang berdiri kokoh di pinggir lapangan Kotobaru, per­sisnya di depan Kantor KP­KN Kabupaten Solok itu, ma­sih terpasang dengan baik.

Menyikapi kejadian ter­sebut, Edyart berencana akan melaporkannya ke pihak Panwaslu. Di sisi lain, dia juga berharap agar semua pihak ikut menjaga suasana pesta demokrasi dengan mencip­takan Pilkada ba­dunsanak, tertib dan jauh dari sikap-sikap yang me­man­tik perpe­cahan. “Kita akan pasang kembali baliho yang hilang itu,” pungkas Edyart.

Baca Juga : 17 Napi Rutan Kelas IIB Maninjau Dapat Remisi Idul Fitri

Sementara calon Bupati Solok, Desra Ediwan Anan­tanur membenarkan jika dirinya telah menerima la­poran dari timnya tentang raib­nya baliho dirinya ber­sama Bachtul itu. Kendati demikian, pihaknya akan menanyakan persoalan ini kepada pihak terkait di Pem­kab. Solok. “Kita tetap berprasangka positif dulu,” katanya.

Terpisah, Ketua  Pan­waslu Kab. Solok Ver­reiswin Mar­wan Bustami menye­butkan, peristiwa ini belum masuk dalam kewenangan Panwaslu untuk melakukan penertiban. Karena pe­ner­tiban dan pengawasan terha­dap proses dan pelaksanaan termasuk atribut sosialisasi kandidat, dapat dilakukan setelah penetapan kandidat sebagai calon kepala daerah oleh KPU.

“Karena baliho yang ter­pa­sang masih dalam kate­gori iklan, tentu masih da­lam kewenangan Pemda. Ke­cuali nanti setelah dite­tap­kan seba­gai calon, baru itu menjadi tugas dari pan­waslu,” kata Verri ketika dikonfirmasi lewat telephon selulernya.

Verri menambahkan, sesuai aturan pelaksanaan kampanye, pemasangan atri­but hanya boleh dilakukan oleh pihak KPU, dengan biaya dari Pemda dan dipa­sang di titik-titik yang telah ditentukan. Setelah dite­tapkan sebagai calon, pihak KPU dan Panwaslu juga akan memanggil tim kam­panye masing-masing kan­didat untuk diberikan sosia­lisasi tentang mekanisme dan aturan kampanye. (h/ndi)

BERITA POPULER Index »


BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]