Menakar Peluang IP-NA dan MK-FB


Rabu, 29 Juli 2015 - 20:00:04 WIB
Menakar Peluang IP-NA dan MK-FB

Siapa yang akan menjadi pilihan masyarakat, silakan kedua  pasangan tersebut berebut hati masyarakat melalui visi dan misi serta program-program perubahan yang akan mereka tawarkan untuk bisa membawa Sumbar lebih maju dan masyarakatnya hidup makmur dan sejahtera. Program-program pembangunan sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perekonomian, ketersediaan lapangan pekerjaan dan pelayanan birokrasi yang cepat serta berkualitas adalah hal ‘seksi’ yang bisa digunakan untuk dapat mencuri hati para pemilih. Selanjutnya tergantung kepada masyarakat dalam menilainya.

Baca Juga : OSO Bertemu LaNyalla: Seharusnya DPD RI Bisa Usung Capres

Di luar visi dan misi serta berbagai tawaran program, sesungguhnya masyarakat juga sudah memiliki referensi masing-masing. Referensi itu berdasarkan track record para calon, seperti track record selama menjadi pejabat publik atau pun sebagai tokoh masyarakat, pimpinan partai politik, kepala rumah tangga dan lainnya. Referensi itu dari mambaca, menonton atau juga mendengar kabar dari karib-kerabat, sahabat atau dari masyarakat lainnya. Dengan referensi itu, sebagian masyarakat sudah memiliki keputusan awal, siapa yang akan dipilih di bilik suara 9 Desember 2015. Hanya perkembangan subtantif yang bisa mengubahnya.

Melihat rekam jejak kepemimpinan sebagai kepala daerah, IP-NA dan MK-FB, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.  IP saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumbar. Dia juga pernah  menjadi anggota DPR RI dua periode (2004-2009 dan 2009-2010). Sedangkan NA sekarang menjabat Bupati Pesisir Selatan (Pessel). Dia dua periode menjabat Bupati Pessel (2005-2010 dan 2010-2015). NA juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pessel (2000-2005). IP lahir Yogyakarta, 20 Desember 1963 (51 tahun). Istrinya Hj Nevi Zuairina dan memiliki 10 orang anak. NA lahir di Pessel, 24 Desember 1954 (60 tahun).  Istrinya Hj Wartawati SPd dan anak tiga orang.

Baca Juga : Antisipasi Arus Balik Lebaran, Polda Metro Siapkan 12 Titik Pos Pemeriksaan

MK sekarang menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumbar. Dia pernah dua kali menjabat sebagai Bupati Padang Pariaman (2000-2005 dan 2005-2010). MK juga pernah diamanahkan sebagai Kepala Dolog Bali dan Kepala Dolog Sumbar. MK juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPD Partai Golkar Sumbar. Dia lahir di Padang Pariaman tahun 1942 (73 tahun) . Istrinya Hj Nasrida Muslim, dan memiliki 5 anak. Sedangkan FB adalah mantan Walikota Padang dua periode (2004-2009 dan 2009-2014). Sekarang dia Ketua DPD PAN  Kota Padang. Lahir di Padang, 16 Juli 1962 (53 tahun). Istrinya Hj Mutia Fauzi dan memiliki 3 anak.

IP mengakar di kalangan PKS, tapi tidak di masyarakat umum, karena seorang gubernur tidak turun secara teknis ke masyarakat, fungsi jabatannya lebih banyak sebagai pengkoordinir Bupati dan Walikota. Sedangkan pasangannya, NA sangat mengakar di Pessel. NA dua kali menjabat sebagai bupati dan sekali menjadi wakil bupati. Prestasi dan geliat pembangunan Pessel beberapa tahun belakangan trendnya juga sangat positif.

Sedangkan MK sangat mengakar di kalangan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. MK pernah dua kali menjabat Bupati Padang Pariaman. Kekompakan orang Piaman baik di kampung halaman dan di rantau kota/kabupaten lainnya di Sumbar menjadi kekuatan konkrit MK. Senioritas dan dukungan para tokoh Sumbar kaliber nasional terha­dapnya, seperti Azwar Anas, Hasan Basri Durin, Pasli Jalal, Awaluddin Jamin, Taufik Ismail, Mufida Kalla juga menjadikan MK sangat kuat.

Sedangkan FB, dengan dua kali menjabat sebagai Wali­ko­ta Padang, kekuatan dan pengaruhnya di masyarakat Kot­a Padang tentu juga sudah sangat mangakar. FB yang di­kenal sebagai pelopor dan inspirator aturan siswi ber­jilbab di Kota Padang dan menjalar ke seluruh daerah di Sum­bar juga menjadi catatan penguat bagi orang-orang untuk menjatuhkan pilihan terhadapnya. **


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]