Pendaftaran Irfendi-Ferizal Ridwan Digoyang


Kamis, 30 Juli 2015 - 19:11:07 WIB

Harmen mengaku kaget terhadap pen­calo­nan Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan bisa ber­langsung tanpa ada tandatangan dari Sekretaris DPC PPP yang sah.  Kejanggalan tersebut, turut beredar hingga ke tingkat DPP PPP.

“Dari konfirmasi ke tingkat DPP, mereka tidak pernah mengeluarkan kepengurusan baru terhadap DPC PPP Kabupaten Lima­puluh Kota. Untuk itu DPP PPP meminta saya melaporkan kejanggalan ini ke penegak hukum serta penyelenggara Pilkada,” terang Harmen.

Putra Kecamatan Mungka tersebut, telah membuat laporan resmi yang tembusannya Ketua Bawaslu Sumbar, Kapolres Limapuluh Kota , Panwaslu Limapuluh Kota dan KPUD Limapuluh Kota.

Kronologis kisruh pengusungan calon bupati dan wakil bupati Limapuluh Kota berawal ketika PPP bergabung dengan koalisi Golkar, Demokrat, Hanura, PKS dan PBB. Disana, ternyata Ketua DPC PPP kubu Djan Faridz tidak ada kesepahaman dengan koalisi tersebut hingga akhirnya menarik diri.

Sehari berikutnya, Ketua DPC PPP Ardi malah menyatakan sikap bergabung dengan koalisi PKB dan PDIP tanpa sepengetahuan Sekretaris DPC PPP. Saat penandatangan siapa yang akan diusung PPP, malah sekretaris PPP berganti dari Harmen ke nama lain, yaitu Edri David. Sehingga nama Harmen hilang di kepengurusan DPC PPP versi Djan Faridz.

“Kepengurusan Harmen telah berakhir pada Juli 2013. Kemudian kepengurusan diperpanjang hingga 2016. Berdasarkan SK DPW atas perintah DPP, sekretaris DPC bukan lagi Harmen namun telah digantikan Edri David. Atas alasan inilah kami menge­luarkan surat rekomendasi mendukungan pasangan Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan,” ucap Ardi.

Sementara, Ketua KPUD Kabupaten Limauluh Kota Ismet Aljanatta yang telah menerima laporan dari Harmen, akan mengkonfirmasi dengan jelas kepengurusan PPP di kedua kubu hingga ke tingkat pusat.

“Pada tingkat pusat, baik kubu PPP Djan Faridz dan kubu PPP Romah­hur­muziy akan kita konfirmasi siapa se­benarnya kepengurusan partai yang me­reka keluarkan untuk di daerah. Sehingga, nantinya akan terlihat jelas kepengurusan partai ini,” jelas Ismet.

Dengan kisruh yang terjadi ini, du­kungan dari partai yang diberikan terhadap pasangan Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan terancam berkurang dan bahkan tidak bisa memenuhi ketentuan mendapatkan du­kungan 20 persen kursi dari DPRD Lima­puluh Kota. PKB dan PDIP yang hanya mendapat dua kursi di DPRD, belum bisa mengusung secara penuh pasangan ini, karena dibutuhkan tujuh kursi. Sementara kepengurusan PPP yang dilanda prahara ini, memiliki 4 kursi dan saat pendaftaran sudah menyelematkan pasangan ini. Namun dengan kisruh ini, kekurangan 4 kursi sangat mempengaruhi dukungan.  (h/ddg)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]