Kasus Dugaan Pencabulan Ketua DPRD Dihentikan


Kamis, 30 Juli 2015 - 19:16:25 WIB

Dikatakan Abdus, pihaknya berkewajiban menye­li­diki laporan kasus tersebut sesuai prosedur dan kewenangan. Tetapi, tindaklanjutnya berdasarkan bukti yang ada. “Karena tak cukup bukti ya tidak kita lanjutkan, sesuai aturannya saja. Sudah saya tandatangani Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) perkara itu, yang intinya tidak cukup bukti untuk diteruskan ke tingkat penyidikan,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Solok.

Dilanjutkannya, SP2HP dengan nomor 1323/VII/2015/Reskrim tertanggal 29 Juli 2015 itu sudah ditangan penyidik dan segera diserahkan kepada pelapor.  Sementara laporan dugaan pencemaran nama baik dengan korban Erisman, masih dalam pen­ye­lidikan. “Masih didalami. Kami masih memeriksa para saksi,” ungkapnya.

Meskipun telah dihentikan penyelidikan, pihak pelapor Aulia Rahman yang diwakili pengacaranya, Rudi Harmono, Kamis (30/7) tetap menyerahkan sejumlah bukti rekaman dan transkrip pembicaraan yang terkait kasus tersebut. Transkrip rekaman yang menurutnya berisi pembicaraan korban dan sejumlah saksi diterima penyidik Reskrim Polresta Padang.

“Kami berencana akan menghadirkan ahli dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), untuk mendorong pihak kepolisian memproses dugaan tindak pidana pencabulan secara adil dan transparan,” ujar Rudi, kemarin.  Sementara itu, Erisman menyambut baik di­hentikan­nya penyelidikan perkara tersebut. “Dari awal, kami yakin penyidik akan bekerja secara profesional, tanpa terpengaruh tekanan berbagai pihak,” katanya. Politisi Partai Gerindra ini, sejak awal berkeyakinan isu-isu tersebut sengaja dilemparkan lawan politik untuk menjatuhkannya. (h/mg-isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]