“Jangan Biarkan Posisi Kami Terus Mundur”


Kamis, 30 Juli 2015 - 19:30:54 WIB
“Jangan Biarkan Posisi Kami Terus Mundur”

Seniman Sumbar yang sudah melalang buana ke belahan dunia, Ery Mefri mengatakan, hanya satu hal yang dibutuhkan, yaitu per­hatian dari pemerintah. Ba­hasanya, kusuak ce lah ka­palo kami, itulah cukuik. Perhatian tidaklah ber­ben­tuk uang, hanya seke­­dar ber­tanya kabar, apa yang sedang dilakukan, hendak kemana, itu sudah cukup. Apalagi jika pemerintah mampu  me­nyajikan sebuah iven ke­budayaan berkualitas di Sumatera Barat. Tentu ini akan menjadi nilai lebih.

Baca Juga : Etika Politik Koalisi PKS dan PAN dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

“Seperti Festival Darwin. Pemerintah bisa menggelar iven serupa jika bersungguh-sungguh, sehingga semua orang di belahan dunia tahu. Jangan sampai, tetangga sebelah panggung pun tidak ada tahu jika ada iven ke­budayaan di Sumbar ini,” ucap Ery kepada Haluan, Kamis (30/7).

Ia melihat peran pe­merintah selama ini dalam bi­dang ke­budayaan sangatlah kurang. Pa­dahal jualan Sumatera Barat untuk mengembangkan potensi daerah ini adalah kebudayaan, sehingga mampu menggerakkan potensi lainnya.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Ia berharap perhatian yang dimaksud ini tidak hanya keluar dari mulut gubernur saja, tapi sampai hingga ke jajaran paling bawah seperti camat dan dinas pariwisata itu sendiri. Ery juga menyebut, bicara tentang dana yang tidak ada, beberapa negara juga memmiliki angka kemis­kinan dibawah Indonesia dan Sumatera Barat. Sebut saja seperti Vietnam dan Kamboja. Namun, keterba­tasan dana tidak membuat Ho Chi Minh City maupun Ang­kor Watt tidak dikenal oleh pelancong. Seluruh dunia menge­nalnya.

“Jadi intinya bukan hanya soal uang. Tapi upaya untuk me­majukan kebudayaan itu sendiri. Siapa pun gubernurnya nanti, perlu ingat bahwa dengan mem­bangun kebudayaan, bisa mem­ba­ngun bidang lainnya,” ucap Ery.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Sementara itu, orang yang paling bertanggung jawab terha­dap jalannya aktivitas di Taman Budaya, Padang, Muasri juga mengharapkan hal yang sama. Ia berharap, kedua pasangan calon gubernur ini meningkatkan per­hatian terhadap kreasi seni. Ka­rena, kesenian di Sumbar mem­berikan warna di kesenian na­sional.

Tidak hanya itu saja, di Sum­bar budayawan dan pelaku seni cukup mendapatkan tempat di tingkat nasional. Selain itu, untuk meningkatkan pariwisata di Sumbar kesenian juga harus ditingkatkan. Karena, pariwisata juga tidak terlepas dari kebu­dayaan masyarakat dan kese­niannya.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

“Di daerah lain pariwisatanya bisa maju karena di dukung oleh kesenian daerah yang cukup terkenal dan dikembangkan. Sedangkan di Sumbar, belum  bisa seperti itu. Maka kami ber­harap ke depan siapapun gu­bernur dan wakil gubernur yang terpilih, kesenian ini bisa menjadi perhatian,” ucapnya.

Muasri tidak menampik bah­wa selama ini perhatian kepada kesenian dan kebudayaan serta kreatifitas pelaku seni masih kurang dan perlu ditingkatkan. Karena, menurutnya untuk me­ngembangkan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari kesenian dan kebudayaan. Sementara itu, bi­cara sisi lain kepemudaan yaitu bidang olah­raga, juga menuntut perhatian pemerintah yang lebih serius di bidang ini.

“Sudah saatnya sarana olah­raga dibenahi. Tidak hanya ca­bang takraw, tapi seluruh ca­bang,” ucap senior dan pelatih takraw Syahrul Efendi.

Di bidang takraw sendiri, Syahrul mengatakan, selama ini ia bersama atletnya selalu ber­pindah-pindah dalam berlatih. Jika perkuliahan dimulai, ia tidak bisa menggunakan lapangan mi­lik Universitas Negeri Padang (UNP), yang menjadi lapangan cadangan selama ini. Lapangan takraw UNP ini pun kurang bagus, karena lantai tidak rata. Semuanya masih perlu pem­benahan lebih lengkap.

“Pada Bulan Agustus nanti, akan ada tamu yang datang dari DKI Jakarta lakukan ujicoba. Sekarang kami bingung mencari tempat dimana,” ucap Syahrul.

Syahrul tak berharap banyak, ia hanya meminta siapa pun gubernur yang terpilih nanti adalah orang yang mengerti ten­tang prestasi daerah. Ia tidak minta uang insentif atau apa pun untuk keperluan diri sendiri, hanya butuh pemerintah mem­perbaiki sarana yang sudah ada menjadi lebih baik.

Syharul juga mengungkapkan, dirinya sewaktu masih menjadi atlet pernah merasakan kurang­nya dana. Namun di masa itu, karena perhatian gubernur cukup bagus yaitu di masa Azwar Anas, dunia olahraga tetap maju. Pres­tasi tetap bisa diraih dengan dana yang terbatas.

“Terkadang kunjungan guber­nur melihat kami sedang berlatih sebentar saja, sudah jadi mo­tivasi,” tuturnya. (*)

 

Laporan :
OSNIWATI-RAMADHANI

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]