Angkot dan Pos Polisi Dapat Poin Buruk


Jumat, 31 Juli 2015 - 20:10:44 WIB
Angkot dan Pos Polisi Dapat Poin Buruk

Ada beberapa catatan, kata Felix Iryantomo, dalam pantauannya di Kota Padang yang pertama kondisi angkot di Kota Padang belum ma­suk kategori yang memadai. Masih ada angkot yang be­lum mencantumkan nama trayek, memiliki sound sys­tem yang besar.

Baca Juga : Di Tengah Guyuran Hujan, Wako Hendri Septa Jemput Keluarga Penerima Bedah Rumah

“Malah ada kondisi ang­kot yang sangat mem­pri­hatinkan badannya, tidak mencantumkan nama tra­yek, perusahaan, serta ter­ke­san acuh,” ucap Felix.

Dikatakannya, hal kru­sial di angkot Kota Padang yang menjadi catatan tim penilai tidak ada angkot yang me­masang tarif. Hal ini me­n­ye­babkan, penumpang mu­dah sekali ditipu sopir ter­kait dengan tarif angkot yang tidak memiliki standarisasi yang jelas. Tidak itu saja, me­nu­nggu angkot di Kota Padang penumpang kadang harus menunggu satu jam sampai angkot penuh. “Selain itu, jadi catatan juga bagi kami pos polisi di Kota Padang umum­nya di bangun di atas trotoar. Ini menghalangi atau me­ram­pas hak pejalan kaki,” jelasnya.

Baca Juga : Hendri Septa: Masyarakat Langgar Prokes Akan Ditindak Tegas

Selanjutnya, rambu-ram­bu lalu lintas di Kota Padang ditutupi papan reklame, sehingga tidak bisa di lihat oleh pengendara atau pe­numpang. Namun ada nilai plus di angkutan, yaitu pe­ngo­perasian Bus Trans Trans Padang sudah bagus.

“Hanya perlu diperbaiki di tiket, yang masih manual harus dipindahkan ke E-tiketing. Marka di jalan uta­ma, seperti Khatib Su­lai­man juga sudah bagus,” terangnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Padang, Nasir Ahmad mengatakan, lay­a­nan transportasi di Kota Padang sudah mulai mem­baik. Di akui memang masih banyak persoalan yang di­hadapi oleh transportasi di Kota Padang.

“Pertumbuhan jalan ti­dak sebanding dengan per­tum­buhan kendaraan di Kota Padang dan pada ujung­nya membuat kemacetan,” ucap­nya. Walaupun banyak ca­tatan dari tim penilaian Ke­men­terian Perhubungan, pemko optimis bisa meraih piala WTN. “Dari apa yang kita lakukan dalam pem­benahan di Kota Padang, kita yakin WTN bisa kita raih kembali untuk tahun ini,” harapnya.

Kepala Dinas Per­hu­bu­ng­an Komunikasi dan Infor­masi (Dishub Ko­mi­nf) Kota Pa­dang, Rudy Rinaldy me­n­ye­butkan, untuk me­ning­katkan pelayanan tran­s­por­tasi di Kota Padang memang dibutuhkan ang­garan yang memadai. Te­tapi, dengan segala ke­ter­batasan pem­benahan sudah bisa di­la­kukan bersinergi dengan SKPD terkait. Seperti pem­benahan halte Trans Pa­dang, rambu-rambu lalu lintas. APBD untuk pembenahan tersebut mencapai Rp2,4 mi­liar. “Komplain memang ma­sih ada dari masyarakat, tetapi secara perlahan ke­luhan itu sudah bisa diperbaiki,” tutup Rudy. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]