Kemlu RI Upayakan Pembebasan 11 WNI


Jumat, 31 Juli 2015 - 20:14:36 WIB

11 WNI ini ditangkap pada 18 Juli lalu, karena melakukan Salat Id di dekat Ka’bah sehingga meng­gang­gu jamaah yang lain. WNI ini membentuk lingkaran dan berkhutbah. Sempat diusir pihak keamanan Saudi na­mun menolak, hingga akhir­nya ditahan.

Pemimpin rombongan Zubair Amir Abdullah(47), dibawa ke RS jiwa untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan. Kelompok ini meyakini bahwa Idul Fitri jatuh pada Sabtu (18/7), sementara Pemerintah Sau­di menetapkan Idul Fitri jatuh pada 17 Juli. Peme­riksaan kejiwaan pada Zu­bair juga terkait keya­kinan­nya bahwa pimpinan mere­ka adalah Imam Mahdi, yaitu pemimpin umat akhir Zaman (menjelang kiamat).

“KJRI mendatangani Kepala Kepolisian Masjidil Haram guna meminta klari­fikasi dan meminta akses untuk menemui para WNI guna meminta info dan seka­ligus untuk menenangkan mereka bahwa mereka men­dapatkan pendampingan dari KJRI,” jelas Iqbal.

“Pihak kepolisian meme­nuhi permintaan KJRI dan KJRI berkesempatan ber­temu dengan salah seorang anggota kelompok yaitu saudara Rahmat Syawal Lu­bis (34). Dalam pertemuan tersebut, saudara Rahmat membenarkan kronologi kejadian sebagaimana di­sam­paikan pihak kepo­li­sian. Selanjutnya KJRI telah meminta bertemu dengan investigator yang langsung menangani kasus ini dan dijanjikan akan bertemu pada 30/7. KJRI akan terus berikan pendampingan dan mengupayakan pembebasan mereka,” tutur Iqbal.

Selain itu juga, KJRI Jeddah bertemu dengan investigator yang menangani 11 orang WNI anggota HIMP­ASS. Hasilnya KJRI sampaikan bahwa ini hanya masalah perbedaan ijti­ha­diah mengenai 1 syawal yang juga terjadi di banyak negara Islam. Karena itu memohon untuk dapat dibe­baskan se­hing­ga pemerintah Indo­nesia dapat melakukan pem­binaan terhadap me­reka.­ (h/dtc)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]