Soal Pendidikan, Jangan Sekedar Janji Manis saat Kampanye


Jumat, 31 Juli 2015 - 20:23:09 WIB
Soal Pendidikan, Jangan Sekedar Janji Manis saat Kampanye

"Pendidikan Sumbar ha­ri ini masih jauh dari yang dicita-citakan. Kita cukup tertinggal, khususnya di ting­kat dasar hingga menengah. Boleh dibilang, kita masih berada di level menengah ke bawah se-Indonesia untuk tingkatan tersebut. Ini tentu per­lu diperhatikan dan men­jadi pekerjaan rumah ber­sama masyarakat Sumbar," ucap Musliar kepada Ha­luan, Jumat (31/7).

Baca Juga : Investasi Tumbuh, Indonesia Maju

Dalam pandangannya, sejauh ini kebanyakan janji itu ditebus dengan beragam bantuan operasional sekolah (BOS) yang dananya berasal dari pusat. Dari kondisi tersebut, Musliar balik mem­­pertanyakan untuk ang­garan daerah itu sendiri.

Untuk itu, mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pen­didikan dan Mantan Rektor Universitas Andalas itu ber­harap agar nanti para cakada lebih serius lagi dalam me­rea­lisasikan janjinya. Artinya dengan benar-benar mengang­garkan 20% dari APBD setempat untuk kebutuhan pendidikan.

Baca Juga : Kenangan Bersama Bang Rusdi Lubis

"Antara kepala daerah dan anggota dewan (DPRD, red) harus seiya dan sejalan demi kemajuan pendidikan Sumbar yang boleh dibilang saat ini berada di urutan ke-18 atau 19 di Indo­nesia. Untuk anggaran, memang harus diperuntukkan sebagai­mana mestinya, jangan sampai dikurangi bahkan disusutkan kemudian harinya. Kalau seperti itu terus, pendidikan Sumbar akan sulit bersaing dengan daerah lain yang notabenenya telah ma­ju," tegasnya lagi.

Salah satu indikator yang dilihat oleh Musliar Kasim dalam mengukur kualitas pendidikan tingkat dasar hingga menengah di Sumbar adalah masih minimnya siswa asal Sumbar yang diterima di perguruan tinggi (PT) kelas 1 di Indonesia, contohlah Univer­sitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) ataupun Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Tentu ini salah satu bukti kualitas yang masih jauh dari harapan. Kita berharap agar pemerintah daerah bersinergi dengan DPRD untuk mengejar ketertinggalan pendidikan di Sumbar. APBD dapat digunakan untuk menyekolahkan guru atau siswa berprestasi ke luar negeri, nanti hasil sumberdaya manu­sianya dapat digunakan untuk perbaikan kualitas dalam daerah," sarannya.

Untuk tingkat pendidikan tinggi di Sumbar, Musliar menilai perkembangan PT lebih kepada koordinasi langsung dengan pe­me­rintah pusat, yang artinya peran pemerintah daerah dapat lebih fokus pada tingkatan pen­didikan dasar hingga menengah.

Soal guru, Ketua PGRI Sum­bar Zainal Akil ikut angkat bi­cara. Kepada duo calon gubernur ini, ia berharap mereka mampu menyelesaikan persoalan pendi­dikan terutama perhatian ter­hadap guru. Baginya, selama ini di Sumbar masih ada guru yang dizalimi oleh pimpinan. Penza­liman itu apakah berupa pemin­dahan secara tidak logis atau tunjangan yang tidak dibayarkan. Malah ada tunjangan guru yang dipersulit.

"Ke depan persoalan ini se­baik­nya tidak terjadi lagi kepada guru ke depannya. Siapapun gu­bernur yang terpilih nantinya harus bisa membuktikan kepada guru ucapan yang disampaikan sewaktu kam­panye. Saya meng­ibaratkan sebagai kontrak politik calon gubernur dan wakil guber­nur Sumbar di periode ini," te­gasnya.

Pemimpin selalu menagih guru untuk menciptakan pen­didikan yang berkualitas sehingga bisa 'mambangkik batang taran­dan,' sebagai ladang ilmuwan. Tetapi, perhatian atau kenangan itu hanya di tagih tanpa diusa­hakan.

"Kalau  guru saja yang bekerja untuk mambangkin batang taran­dan itu tidak akan bisa terwujud. Sementara pemerintah semakin menginjak batang tersebut sam­pai terbenam kembali," jelasnya.

Ia menekannya janji muluk dari calon pemimpin saat ini tidak harus di ucapkan karena semua bisa melihat tindakan yang di lakukan. Namun, jika ucapan yang satu saja bisa di kerjakan oleh gubernur dan calon gubernur untuk guru maka pendidikan akan berkualitas ke depannya. Ia juga meminta pemimpin ke depan tidak ada kecemburuan sosial kepada guru, apakah berupa penahanan naik pangkat atau penahanan sertifikasi. Baginya, kesejahteraan guru merupakan peningkatan kualitas pendidikan di manapun. (*)

 

Laporan :
JULI ISHAQ PUTRA  & OSNIWATI

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]