Pembebasan Lahan Batang Maransi Tersisa 7 H


Ahad, 02 Agustus 2015 - 20:25:11 WIB

“Berdasarkan UU No. 2 tahun 2012 yang baru, pe­ngadaan tanah untuk kepen­tingan umum yang berskala besar atau lebih dari lima hektar, pelaksanaanya harus langsung dilakukan BPN bukan Pemko Padang lagi. Untuk saat ini, satuan tugas (Satgas) dari BPN sudah masuk dalam tahap pelak­sanaan pengukur secara ke­se­luruhan sejal awal Ra­madan lalu,” kata Kabag Pertanahan Pemko Padang, Amasrul di Padang baru-baru ini.

Lebih lanjut dika­takan­nya, dalam UU tersebut me­mang pelaksanaan dan proses pembebasan dila­kukan BPN, namun ang­garan ganti rugi tetap dari Pemko Padang. Setelah sele­sai pengukuran secara kese­lurahan dan ada lapo­rannya dari BPN, maka tim app­reisal yang saat ini masih proses tender di Unit Laya­naan Pengadaan (ULP) akan turun melakukan pe­nilaian terhadap tanah yang telah selesai diukur tersebut. Be­gitu harga dari tim ap­persial sudah diketahui, baru diso­sialisasikan kepada ma­sya­rakat pemilik dari tanah tersebut.

“Jika, para pemilik tanah sudah menyepakati harga dari tanah mereka, baru akan dilaksanakan ganti rugi yang diserahkan langsung BPN kepada pemilik tanah. Sete­lah proses ganti rugi selesai, maka BPN sebagai pelak­sana dan eksekutor menye­rahkan tanah tersebut ke Pemko Padang. Bahwasanya pembebasan tanah itu sudah selesai dan Dinas Penge­lolaan Sumber Daya Air (PSDA) kembali melan­jutkan pengerjaan pro­yek tersebut,” jelas Amasrul.

Sebelumnya, tanah yang sudah dibebaskan sudah di­kerjakan pem­bangunan­nya oleh PSDA. Namun  dalam aturan UU terbaru, tidak boleh sama waktu pengerjaan dengan pembe­basan tanah, minimal satu tahun jaraknya pembebesan lahan dengan pengerjaan, agar pengerjaan tak ter­ha­lang-halang.

Ditambahkannya, sejak 2012 sudah diprogramkan pembuatan irigasi tersebut sepanjang 2,2 kilometer, yang menautkan Batang Maransi dan Banda Luruih. Nantinya, irigasi ini untuk pengendalian banjir di kawa­san pusat Pe­merintahan Ko­ta Padang. Sekaligus akan menjadi nadi irigasi bagi petani di Kec­a­m­a­tan Nang­galo dan sebagian Kuranji. (h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 09 Maret 2017 - 11:06:18 WIB

    Pembebasan Maransi Sisakan 20 Persil

    PADANG,HALUAN—Pembebasan lahan untuk pengerjaan pengendalian banjir Batang Maransi- Batang Luruih semenjak 2014 lalu, hingga kini belum tuntas. .
  • Rabu, 02 November 2016 - 01:28:53 WIB

    Pembebasan Lahan Jadi Kendala Utama

    PADANG, HALUAN — Hingga September 2016 realisasi Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) melalui dana tugas pembantuan dan dekonsentrasi hanya mencapai 62 persen. Meski begitu, Pemprov Sumbar mengacu pada target.
  • Selasa, 16 Agustus 2016 - 04:26:36 WIB

    Pembangunan Jembatan Gunung Nago Terkendala Pembebasan Lahan

    Pembangunan Jembatan Gunung Nago Terkendala Pembebasan Lahan PADANG, HALUAN — Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kuranji-Pauh di Gunung Nago, Kecamatan Kuranji masih terbengkalai. Proses pembebasan lahan yang dilakukan semenjak tahun 2015 itu hingga kini masih belum selesai. Ma.
  • Jumat, 29 Juli 2016 - 11:10:05 WIB
    JALUR DUA PURUS-BIM

    Pembebasan Lahan Hingga 2017

    PADANG, HALUAN — Pemerintah Kota Padang masih melakukan negosiasi dengan pihak Pangeran Hotel Beach agar merealisasikan rencana membangun jalur dua Pantai Padang hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM)..
  • Jumat, 10 Juni 2016 - 16:37:25 WIB

    Tenggat Waktu Pembebasan Lahan Kian Dekat, Pemko Mulai Ambil Sikap

    PADANG, HALUAN – Pembebasan lahan jalur dua By Pass yang diberi tenggat waktu hingga akhir Juli 2016 masih belum berhasil dibebaskan seluruhnya. Pemerintah Kota Padang siap mengambil sikap tegas kepada orang yang menghalang.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]