HUJAN LEBAT

Pesawat Citilink tergelincir saat mendarat di BIM. Seluruh penumpang yang berjumlah 174 orang selamat. Akibat musibah ini, empat penerbangan dibatalkan.

PADANG, HALUAN — Hu­jan lebat yang mengguyur Kota Padang dari siang hing­ga malam hari meng­aki­batkan pesawat Citilink QG-970 tergelincir keluar runway 33 di Bandara Inter­nasional Minangkabau (BIM). Peristiwa ini terjadi ketika pesawat tersebut men­­darat dari Jakarta-Padang sekitar pukul 19.50 WIB  pada Minggu (2/8). "> HUJAN LEBAT

Pesawat Citilink tergelincir saat mendarat di BIM. Seluruh penumpang yang berjumlah 174 orang selamat. Akibat musibah ini, empat penerbangan dibatalkan.

PADANG, HALUAN — Hu­jan lebat yang mengguyur Kota Padang dari siang hing­ga malam hari meng­aki­batkan pesawat Citilink QG-970 tergelincir keluar runway 33 di Bandara Inter­nasional Minangkabau (BIM). Peristiwa ini terjadi ketika pesawat tersebut men­­darat dari Jakarta-Padang sekitar pukul 19.50 WIB  pada Minggu (2/8). " /> HUJAN LEBAT

Pesawat Citilink tergelincir saat mendarat di BIM. Seluruh penumpang yang berjumlah 174 orang selamat. Akibat musibah ini, empat penerbangan dibatalkan.

PADANG, HALUAN — Hu­jan lebat yang mengguyur Kota Padang dari siang hing­ga malam hari meng­aki­batkan pesawat Citilink QG-970 tergelincir keluar runway 33 di Bandara Inter­nasional Minangkabau (BIM). Peristiwa ini terjadi ketika pesawat tersebut men­­darat dari Jakarta-Padang sekitar pukul 19.50 WIB  pada Minggu (2/8). " />

Citilink Tergelincir di BIM, 4 Penerbangan Batal


Ahad, 02 Agustus 2015 - 20:36:04 WIB

Pesawat dengan nomor registrasi PK-GQG jenis Airbus A320 itu membawa 174 penumpang, seorang anak, dan tiga orang bayi. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun sebagian penumpang ada yang pingsan karena syok namun langsung dievakuasi otoritas ban­dara ke rumah sakit.

Sebelum tergelincir, pesawat Citilink itu, menurut penumpang mengeluarkan suara letupan sebanyak tiga kali.

"Suara letupan dari bawah pesawat tiga kali, suaranya sangat keras, kemudian pesawat itu bergoyang kemudian membelok kiri," kata salah seorang penum­pang pesawat tersebut, Arman.

Dikatakannya, saat terjadi letupan, kondisi pesawat seperti melompat-lompat. Sesaat ke­mudian, ujar dia, penumpang pesawat menjadi panik.

"Kami keluar dari pintu daru­rat, saya sendiri jatuh berguling-guling dari pintu darurat itu, kemudian saya lari ke terminal, tidak ada penyelamatan saat itu," tutur dia.

Arman menyesalkan kurang­nya pelayanan dari pihak pesawat pascainsiden tersebut. Ia me­ngaku kondisi hujan deras sempat membuatnya kedinginan dan menurutnya ia tidak mendapat tindakan apa-apa dari pihak mas­kapai.

"Tidak ada korban jiwa semua selamat, meski ada juga penum­pang yang pingsan. Semua sudah dievakuasi pihak bandara," ujar Kepala Dinas Perhubungan Ko­mu­nikasi dan Informatika (Dis­hub­kominfo) Amran melalui sam­bungan telepon Minggu malam.

Untuk indikasi sendiri kata Amran memang baru sebatas kesimpulan karena cuaca jelek sehingga membuat pesawat hard landing dan mengakibatkan salah satu ban pecah hingga tergelincir keluar runway 33 atau ke sisi kiri landasan.

"Untuk penyebab ini kita akan menunggu pihak KNKT terlebih dahulu. Apakah tergelincir ini benar disebabkan oleh hujan, atau dari pesawat, pilot atau pun ban­dara. Itu nantinya akan dilakukan pihak KNKT," jelas Amran.

Ditanya terkait evakuasi badan pesawat dikatakan Amran pihak­nya masih menunggu koordinasi dari Komite Nasional Kesela­matan Transportasi (KNKT). "Evakuasi kita tunggu KNKT dulu," imbuhnya.

Akibat kejadian ini, kata Am­ran, empat penerbangan tujuan Jakarta dibatalkan. Penerbangan yang dibatalkan ini dari maskapai Garuda, Lion Air, Sriwijaya Air dan Citilink. "Bandara akan tutup hingga evakuasi badan pesawat selesai. Itu perintah dari pusat," terangnya.

Amran sendiri belum bisa memastikan sampai pukul berapa evakuasi ini selesai hingga ban­dara dibuka kembali. "Yang jelas kita ikuti perintah pusat, kalau tutup kita tutup dan kalau sudah ada instruksi untuk dibuka kem­bali baru kita buka," imbuhnya.

Diketahui, pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG970 mengangkut sebanyak 174 penumpangnya. Pesawat dengan rute Jakarta ke Padang berangkat pada 18.10 WIB dan diperkirakan mendarat di Padang pada 19.27 WIB. Saat ini, pesawat Citilink tersebut sedang dieva­kuasi petugas bandara. Sejumlah penerbanga daro dan menuju BIM dibatalkan.

Untuk sementara, akibat insi­den tersebut, tiga penumpang dirujuk di Rumah Sakit Siti Rahmah, karena dua serangan jantung dan satu hipotermia.

Salah seorang penumpang Citilink QG-970 yang tergelincir, Pinto Janir di Media Sosial menu­liskan, 'Inilah pengalaman itu, pengalaman hampir mati dan merasakan mati dalam badai dan ketakutan, ketika malam ini pesa­wat citilink yang saya tum­pangi dalam sebuah musibah pendara­tan. Beberapa orang ada yang ping­san. Dalam hujan badai dan basah kuyup, saya merasakan ketidak­siapan kita dalam meng­hadapi musibah di bandara. Saya akan ceritakan, kisah menakutkan ini.

Dilanjutkannya, Alham­duli­lah, saya selamat; kini Bandara International Minangkabau ma­sih menyisakan kepani­kan... tung­gulah catatan hidup yang menge­rikan ini. Ngeri dalam ancaman pesawat yang meledak, lalu kami terkurung dan terpanggang ber­sama. Menakutkan sekali baya­ngan kematian itu. Allahu akbar!' tulis Pinto Janir dalam akun Facebooknya.

Hujan deras yang mengguyur Kota Padang dari siang hingga malam memang telah diprediksi pihak Badan Meteorologi Klima­tologo dan Geofisika (BMKG) Tabing, Padang.

Kepala Seksi (Kasi) Obser­vasi dan Informasi BMKG Ta­bing, Padang Budi Iman Samiaji dihu­bungi Haluan Minggu ma­lam menuturkan, tanda-tanda hujan deras akan mengguyur Kota Pa­dang memang telah terlihat semen­jak pukul 11.00 WIB. Dimana sudah terbentuk awan hitam pekat di atas langit Kota Padang.

"Hujan deras memang sudah kita prediksi dari siangnya, di mana awan hitam pekat yang sudah terlihat sejak siang," te­rangnya.

DM Citilink di Padang, M.Su­giar­to belum memberikan kete­rangan secara terperinci soal insiden pesawat tersebut. Ia me­ngakui pesawat tersebut terge­lincir dan seluruh korban sudah ditangani pihaknya.

BPBD Siagakan Personil

Selain menyebabkan pesawat tergelincir, hujan deras di Kota Padang juga mengakibatkan satu pohon di kawasan Taman Siswa (Tamsis) tumbang.

Menanggapi tingginya curah hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengaku terus menyia­gakan personil di titik-titik rawan bencana, terutama di wilayah yang berada di dekat aliran sungai.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air yang terjadi di titik rawan banjir masih dalam tahapan wajar, sehingga tidak mengha­ruskan warga untuk meninggal­kan rumah dan menuju ke tempat yang lebih aman. Akan tetapi, warga diminta tetap waspada dan bersiapsiaga jika sewaktu-waktu evakuasi diperlukan.

"Pantauan kami sejak sore, ada satu pohon tumbang di kawasan Tamsis, untungnya tidak me­ngenai bangunan dan tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Sementara ini, personil BPBD Kota Padang beserta Kelompok Siaga Bencana (KSB) di setiap wilayah terus meningkatkan ke­siap­siagaan, terutama di wilayah yang berada di dekat aliran sungai, karena berpotensi banjir, longsor dan pohon tumbang di wilayah tersebut," ucap Dedi Henidal selaku Kepala Pelaksana (Kalak­sa) BPBD Kota Padang.

Ia melanjutkan, BPBD Kota Padang terus melakukan koor­dinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui per­kem­bangan perkiraan curah dan intensitas hujan. Selain itu, ke­tinggian air di aliran sungai juga terus dipantau untuk menentukan apakah proses evakuasi warga perlu dilakukan atau tidak.

"Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan, seperti BMKG. Jika memang diperlukan evakuasi bagi warga yang tinggal di titik-titik rawan, maka evakuasi akan langsung dilakukan," lanjut Dedi.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Padang daerah yang berpo­tensi terjadi bencana tanah long­sor di Kota Padang antara lain Lubuk Paraku, Bukit Putus, Batu Busuak, Gunung Padang dan Mata Air. Sedangkan titik rawan banjir antara lain Simpang Ka­lum­pang, Air Pacah, Perumahan Dadok Rawang, Kelurahan Da­dok Tung­gul Hitam Kecamatan Koto Ta­ngah, daerah sekitar Ba­tang Ma­ransi, Rumah Potong Lubuk Bua­ya, Ampang Kuranji dan Korong Gadang. (h/mg-isr/mg-isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]