Hama Tikus Serang Sawah Masyarakat di Gunung Talang


Senin, 03 Agustus 2015 - 19:44:32 WIB
Hama Tikus Serang Sawah Masyarakat di Gunung Talang

Menurut para petani, hama tikus sudah mulai menyerang sejak bulan Juni 2015 lalu, meski tidak se­mua lahan persawahan ma­syarakat yang diserang.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 158, Sembuh 153, dan Meninggal Dunia 5 Orang

Lahan yang paling parah diserang hama tikus adalah di kawasan Tabek Tomban arah ke Panarian, Nagari Talang. Tahun ini lebih dari separuh sawah petani gagal panen akibat diserang hama tikus itu.

“Meski serangan hama tikus tidak separah tahun 2012 dan 2013 silam, pro­duksi padi jelas menurun. Ini jelas menyebabkan ke­rugian,” tutur  Rosna (50), seorang petani padi di Jo­rong Panarian, Nagari Ta­lang, Kecamatan Gunung Talang, Jumat (31/7).

Baca Juga : ASN Sumbar Jangan Gegabah, Ada Sanksi bagi yang Nekat Mudik Lebaran

Rosna menyebutkan, ji­ka tanaman padinya tidak diganggu hama tikus, maka setiap kali panen bisa meng­hasilan sekitar 1.200 sukat. Namun akibat serangan ha­ma tersebut, dirinya hanya bisa panen separuhnya saja.

“Tak hanya padi di Sawah kita yang diserang hama tikus, tanaman padi milik petani lain di sekitar itu juga tak luput dari hama tikus,” bebernya.

Baca Juga : DPRD Harap Kedatangan Para Menteri Bawa Angin Segar untuk Pembangunan Sumbar

Selain di Gunung Ta­lang, beberapa sawah petani di Jorong Pinang Sinawa, Nagari Gantung Ciri, Ke­camatan Kubung, juga ter­kena serangan hama tikus.

Jusna (44) warga Sungai Sariak, Pinang Sinawa Gan­tung Ciri menuturkan waktu kecil musuh tanaman padi adalah keong emas. Namun setelah sebulan menjelang panen, tanaman padi di­serang hama tikus.

Baca Juga : Kasus Mafia Tanah, Komisi II DPR Segera Tuntaskan 4 Kardus Laporan Masyarakat

“Kondisi ini me­nye­bab­kan kami mengalami dua kali kerugian,” ungkapnya.

Terkait peristiwa itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Ir Iryani, membenarkan jika dirinya telah mendapat laporan dari petugas lapangan tentang serangan hama tikus itu. Namun sesuai laporan yang terimanya, kerusakan tana­man padi masyarakat, dia­kui memang tidak separah beberapa tahun lalu.

“Untuk mengatasinya, makanya kami gigih me­nyosialisasikan kepada ma­syarakat, agar melakukan tanam serentak dan mem­bersihkan lahan persawa­han,” tutur Iryani. (h/ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]