Indonesia Batasi Impor Sapi


Senin, 03 Agustus 2015 - 20:00:36 WIB
Indonesia Batasi Impor Sapi

Muladno menjelaskan, langkah tersebut berlandas semangat kemandirian pa­ngan yang harus dimulai sekarang apapun kondisinya dan dampaknya.

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

"Kemandirian harus ada di benak semua orang mulai dari petani, peternak, pengu­saha apapun kondisinya ter­masuk saat ini harus am­buradul dulu. Sudah 10 ta­hun ini ada masalah sedikit, im­por. Semua dirasa belum be­kerja maksimal. Sekarang pa­da ribut, impor diken­dali­kan, mau babak belur, biarin saja. Semangatnya untuk kemandirian. Perla­han kita buktikan," jelas Muladno.

Muladno juga menya­yangkan ketergantungan In­donesia terhadap impor sapi bakalan maupun daging dari Australia. Australia selama ini sebagai negara tunggal pemasok daging maupun sapi ke Indonesia.

Baca Juga : Perkuat Infrastruktur Digitalisasi Partai, Anis Matta Resmikan Gelora Media Centre

"Kenapa hanya keterga­n­tungan dari Australia. Pe­me­rintah tidak pusing jika Australia tidak mau kirim ke Indonesia lagi, kami memang tidak ingin ambil sapi hanya dari satu negara," ujar Muladno.

Muladno menjelaskan, ada 31 negara alternatif impor sapi yang telah dinya­takan oleh Organisasi Kese­hatan Hewan Dunia (OIE) bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) dan bebas penyakit sapi gila.

emerintah akan merevisi UU 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan yang menyatakan impor sapi hanya dapat berasal dari country base yang bebas PMK.

"Kita pertimbangkan se­la­ma ini impor ternak hanya bisa dari negara yang dinya­takan bebas PMK, diubah menjadi memperbolehkan dari zonasi bebas PMK mes­ki negaranya belum bebas PMK," terang Muladno.

Muladno menjelaskan, langkah tersebut untuk mem­pertimbangkan tawa­ran tidak hanya dari Aus­tralia. "Jangan ketergan­tungan hanya dari negara tersebut. Kita kelimpungan kalau suatu saat misalnya Australia terkena wabah," jelasnya.

Sapi-sapi dari negara yang tidak bebas PMK, taruh di pulau-pulau khusus. Ran­cangan Peraturan Peme­rintah (RPP) terkait pulau karantina sudah masuk ke meja menteri. Pulau khusus karantina tersebut akan digu­nakan untuk menam­pung sapi-sapi yang ditenga­rai masih mengandung pe­nyakit.

Sebelumnya Australia akan mengalihkan tujuan ekspor ternak ke China setelah Indonesia mengu­rangi permintaan sapi impor.

Menteri Pertanian Aus­tralia, Barnaby Joyce, menga­takan Australia telah menyetujui protokol kese­hatan yang akan dimatang­kan oleh pihak China. Sete­lah itu, menurut Joyce, pe­ternak bisa mulai bersiap-siap mengekspor hewan me­reka. (h/dtc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]