NU dan Muhammadiyah agar Lebih Berkontribusi bagi NKRI


Senin, 03 Agustus 2015 - 20:01:11 WIB
NU dan Muhammadiyah agar Lebih Berkontribusi bagi NKRI

Sejarah mencatat sejak didirikannya pada tahun 1926, tokoh-tokoh NU turut membidani lahirnya NKRI, dan menjaganya dari berbagai bentuk ancaman. Oleh karena itu tidak diragukan lagi jika NU senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI dan Pancasila. Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut menilai, apa yang telah dilakukan NU itu menjadi bukti keteguhan, sikap NU dalam menjunjung semangat kebangsaan, menjunjung semangat ke-Indonesiaan, menjunjung semangat menghargai kebhinekaan. ‘Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia’.

Baca Juga : PKB: Permintaan Maaf Nadiem ke PBNU Hanya Suaka Politik agar tak Dicopot Presiden

Jokowi mengakui, NU memiliki peran yang sangat penting dalam menampilkan dan meneguhkan wajah Islam yang moderat. Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada pendiri NU Hadratus Syeikh Hasyim Asyari yang telah menanam benih unggul  sikap hidup moderat bagi warga Nahdliyin di manapun berada.

Sedangkan pada saat membuka Mukhtamar Mu­hammadiyah Presiden mengharapkan Muhammadiyah menyampaikan dakwah yang menjadi motor kemajuan dan perbaruan bangsa. Bisa mengkokohkan perannya sebagai motor kemajuan penggerak bangsa. Mu­hammadiyah harus bisa menjawab dan menjadi jawaban untuk berbagai masalah bangsa. Perjalanan Bangsa Indonesia masih panjang, dan masih memiliki banyak tantangan baru. Presiden juga ingin Muhammadiyah mendukung menciptakan negara yang menghargai keberagaman.

Baca Juga : Bantah Ada Klaster Covid-19 Usai Maulid, Habib Rizieq: Saya Kena dari Bandara Soetta

Dengan itu Jokowi berharap Indonesia dapat menjadi contoh sebagai bangsa yang hidup damai dan rukun dalam keragaman. Dia pun mengajak Muhammadiyah terus menyuarakan kemerdekaan rakyat Palestina dan perdamaian dunia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita juga harus berani menyuarakan kemerdekaan Palestina, negara yang tolerir dan damai.

Tentu tidak saja Presiden saja yang menaruh harapan kepada NU dan Muhammadiyah. Sebagian Rakyat Indonesia atau juga umat Islam Indonesia yang hingga hari ini masih belum dapat menikmati buah dari kemerdekaan juga sangat berharap dua ormas islam terbesar itu dapat memperjuangkan nasib mereka. Hari ini mereka masih hidup dihimpit kemiskinan, minim mengenyam sentuhan fasilitas pendidikan dan berbagai infrastruktur.

Baca Juga : Pemerintah Upayakan Pencarian 53 Awak Kapal Selam Nanggala 402

NU dan Muhammadiyah diharapkan juga dapat mengawal pemerintahan agar berjalan pada track yang benar, sehingga tujuan kemerdekaan itu makin cepat terwujud. NU dan Muhammadiyah seyogiyanya juga bisa menjadi penjernih atau penawar di tengah-tengah kerumitan berbagai persoalan bangsa yang tidak terselesaikan. Sebaliknya tentu sangat tidak diharapkan NU dan Muhammadiyah dengan puluhan juta kader dan tokohnya justru lebih dominan menjadi bagian dari permasalahan bangsa yang tidak terselesaikan. Semoga saja Mukhtamar NU ke-33 dan Mukhtamar Mu­hammadiyah ke-47 dapat memilih sosok ketua umum yang mampu memajukan organisasi dan berkontribusi besar bagi kepentingan NKRI. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]