Tiga Tokoh Muhammadiyah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional


Senin, 03 Agustus 2015 - 20:08:31 WIB

Ketiga tokoh tersebut dinilai memiliki peran sejarah dan peran kebangsaan yang sangat nyata dalam mela­hirkan negara Republik Indonesia. Ketiganya yakni, Abdoel Kahar Moezakir, Ki Bagus Hadikusumo, dan Kasman Singodimejo.

“Walaupun mereka kami yakin tidak memerlukan penghargaan negara, tetapi sudah sewajarnyalah negara memberikan gelar pahlawan nasional bagi mereka bertiga,” kata Din.

Abdul Kahar Muzakir merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga rektor Universitas Islam Indonesia yang pertama. Ki Bagus Hadikusumo juga merupakan tokoh BPUPKI dan juga mantan Ketua PP Muhammadiyah. Sementara, Kasman Singodimejo merupakan Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat yang menjadi cikal bakal dari DPR.

Muktamar Muhammadiyah yang dimulai kemarin akan berlangsung hingga Jumat, 7 Agustus mendatang. Din mengatakan, pada muktamar kali ini Muham­madiyah ingin mengukuhkan komitmen terhadap Indonesia, negara yang ikut didirikan oleh Mu­hammadiyah.

Menurut dia, Muhammadiyah memiliki komitmen yang tinggi terhadap negara Pan­casi­la.”Da­lam muktamar ini, ingin kita kukuhkan lagi negara Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah, negara kesepakatan dan negara kesaksian. Muhammadiyah siap bersama warga bangsa yang lain untuk mengisi negara Pancasila untuk mencapai cita-cita nasional yang telah ditetapkan oleh pendiri bangsa ini,” jelas Din.

Selain dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, pembukaan Muk­tamar Muhammadiyah juga diha­diri oleh sejumlah tokoh di anta­ranya, Menteri Agama Luk­man Hakim Syaifuddin, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, anggota DPD RI AM Fatwa, Gubernur Sula­wesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, pimpinan DPR RI, tokoh partai politik, ketua organisasi keagamaan, perwakilan orga­nisasi internasional dan perwa­kilan duta negara sahabat.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh puluhan ribu warga Muham­madiyah yang berasal dari berba­gai wilayah di Indonesia. Di hadapan para hadirin, Presiden Joko Widodo mengajak Muham­madiyah dan Aisyiyah menjadi contoh untuk membangun ma­syarakat yang hidup damai, rukun dan beragama.

Menurutnya, Muhammadiyah telah lama menyuarakan hal itu dan memiliki tanggung jawab untuk membangun keIndo­nesia­an yang berkeadilan sosial dan menghargai perbedaan.  “Insya Allah, Mu­hammadiyah dan Ai­syi­yah mampu menjadi motor penggerak ke­majuan bangsa,” katanya.

13 Formatur

Warga Muhammadiyah dari seluruh Indonesia baru akan memilih formatur lewat pemu­ngutan suara pada rangkaian Muktamar ke-47, Rabu 5 Agustus 2015. Sekitar tiga ribu peserta akan menentukan pilihannya terhadap 39 calon tetap hasil sidang tanwir, untuk menetapkan 13 formatur periode 2015-2020. Para formatur tersebut yang kemudian bermusyawarah me­nentukan siapa yang pantas men­jadi Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah.

Namun, sebelum hari pemi­lihan, mulai mencuat sejumlah nama-nama yang dianggap ideal sebagai formatur. Daftar berisi 13 nama itu tersebar dalam bentuk poster dan disebarkan melalui sejumlah media sosial. Termasuk ke grup whatsapp panitia humas muktamar. Poster terdiri dari tiga gambar yang memuat nama, foto disertai profil nama-nama calon formatur. Masing-masing diberi judul, “13 Calon PP Mu­ham­madiyah 2015-2020.

Daftar yang beredar kebetulan berisi nama-nama yang termasuk dalam 39 calon tetap formatur Pengurus Pusat Muhammadiyah. Masing-masing dilabeli sebagai pakar. Mereka adalah H Abdul Mu’ti (pakar pendidikan), dr. Agus Taufiqurrahman (pakar kesehatan), Anwar Abbas (pakar ekonomi Islam), Busyro Muqad­das (pakar hukum), Prof H Da­dang Kahmad (pakar sosiologi agama), H Dahlan Rais (pakar pendidikan).

Selanjutnya, daftar berisi na­ma Prof Suyatno (pakar pen­didikan), Haedar Nashir (pakar sosiologi), H Hajriyanto Y. Tho­hari (pakar sosial politik), KH Alwi Uddin (pakar pendidikan Islam), Rizal Sukma (pakar hub­ungan internasional), Prof Syafiq A. Mughni (pakar sejarah pera­daban Islam), dan Prof Yunahar Ilyas (pakar ulumul quran).

Pada salah satu poster, pem­buatnya mencantumkan bahwa Muhammadiyah membutuhkan pimpinan yang bisa memenuhi enam kategori. Kategori antara lain: Ulama yang berpandangan maju dan terbuka; Intelektual yang memihak pada ke­manu­siaan; Profesional dan ahli ma­najemen; Ideolog dan orga­nisa­toris Muhammadiyah; Ber­wa­wasan global dan memiliki ja­ringan internasional yang luas dan kuat; serta memiliki visi pe­nguatan cabang dan ranting, serta pembinaan AMM.

Sejauh ini belum diketahui dari mana sumber serta siapa yang pertama kali menyebarkan poster tersebut. Koordinator humas dan media panitia lokal, Husni Yunus memperkirakan bahwa poster berisi daftar nama tersebut me­rupakan bagian upaya kam­panye calon tertentu. “Ker­jaan tim sukses,” kata Husni di Makassar, Senin 3 Agustus 2015.

Ketua tim pemilihan tanwir Muhammadiyah, Dahlan Rais menyatakan bahwa 39 kandidat yang terpilih dalam sidang jelang muktamar, Ahad lalu, baru ber­status calon tetap. Di antara mereka ada yang akan tersisih sehingga menyisakan 13 nama peraih suara terbanyak dalam muktamar. Sejauh ini, semua calon disebut masih memiliki peluang yang sama besar untuk terpilih. “Yang teratas pada si­dang tanwir belum tentu masuk formatur, apalagi menjadi ketua umum,” kata dia. (tem/met)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 26 April 2019 - 12:56:18 WIB

    Evaluasi Pilpres 2019, PA 212 Akan Gelar Ijtima Ulama Ketiga

    Evaluasi Pilpres 2019, PA 212 Akan Gelar Ijtima Ulama Ketiga JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan akan ada ijtima ulama ke-3 untuk mengevaluasi pemilihan presiden atau Pilpres 2019..
  • Jumat, 26 April 2019 - 00:09:33 WIB

    Petugas KPPS Banyak Meninggal, KPU Perlu Minta IDI Lakukan Investigasi

    Petugas KPPS Banyak Meninggal, KPU Perlu Minta IDI Lakukan Investigasi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters Indonesia, Adhie Massardi mengungkapkan keprihatinannya sehubungan banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia dan jatuh sakit pasca pemungutan suara Pemilu 2019.
  • Ahad, 21 April 2019 - 17:34:11 WIB
    TERKAIT KAMPANYE JOKOWI

    Bawaslu Sumbar Akan Proses Tiga Pejabat Daerah

    Bawaslu Sumbar Akan Proses Tiga Pejabat Daerah PADANG, HARIANHALUAN.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar akan proses tiga orang pejabat daerah, yang terlibat saat kampanye tim Jokowi-Ma'ruf di Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Selasa (9/4) lalu..
  • Rabu, 03 Oktober 2018 - 12:02:04 WIB

    Pindah Partai, SK PAW Tiga Anggota DPRD Sumbar Masih Tersangkut di Kemandagri

    Pindah Partai, SK PAW Tiga Anggota DPRD Sumbar  Masih Tersangkut di Kemandagri PADANG, HARIANHALUAN.COM- DPRD Sumbar tengah menunggu Surat Keputusan (SK) Kemendagri terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) tiga anggota DPRD Sumbar. Proses PAW ini dilakukan karena tiga anggota dewan yakni Martias Tanjung, Ma.
  • Jumat, 20 April 2018 - 11:25:47 WIB

    Pilwako, Daftar Pemilih di Tiga Kota Menurun

    Pilwako, Daftar Pemilih di Tiga Kota Menurun PADANG, HARIANHALUAN.COM – KPU Padang menjadi KPU paling awal yang mengumumkan DPT (Daftar Pemilih Tetap) untuk Pilwako 2018 ini. Dari hasil rapat pleno yang digelar di Hotel Inna Muara, Padang, Kamis (19/4) kemarin, DPT di.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM