Badai Guruh, Saat Citilink Tergelincir di BIM


Senin, 03 Agustus 2015 - 20:15:44 WIB
Badai Guruh, Saat Citilink Tergelincir di BIM

“Sempat terjadi Thunderstorm pada saat itu. Namun untuk kepastian penyebab tergelincirnya pesawat akan diselidiki oleh KNKT,” terang­nya. Kepala Air Nav Distrik Padang, Deri Yusral menyampaikan, kondisi cuaca pada saat itu memang ekstrem, namun untuk pesawat yang akan landas masih dapat d­ilalui. “Disability 1.000 meter masih pas untuk pendaratan. Ko­mu­ni­kasi Air Traffic Control (ATC) dengan pilot sudah sesuai standar,” ung­kapnya.

Baca Juga : Dinkes Kota Padang Sediakan Tempat Isolasi Guna Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Lebaran

Lebih lanjut ia mengatakan, pihak Air Nav yang melayani na­vigasi penerbangan, siap mem­be­rikan semua komunikasi yang terjadi saat tergelincirnya pesawat ke­pada KNKT.

Data dari Wheater and Cli­mate Prediction Laboratory (WC­PL) dari Institut Teknologi Bandung.  Thunderstrom atau TS merupakan kondisi dimana cuaca diakibatkan oleh awan Co­mo­lunimbus (Cb) yang meng­hasil­kan angin kencang, guntur dan petir. Dalam dunia penerbangan TS diberi lima peringkat (ka­tegori) 1 hingga 5. Thunderstrom tingkat 5 ini adalah badai yang paling kuat dan tidak bisa dilalui oleh pesawat.

Baca Juga : Padang Aktifkan Kembali Kampung Nelayan untuk Tempat Karantina Covid-19

Pihak BMKG Padang melalui Kepala Seksi Observasi dan Informasi Budi Samiaji, saat dihubungi Haluan terkait adanya Thunderstrom pada malam ter­ge­lincirnya pesawat, melalui Short Message Servise men­jelas­kan, pihaknya tidak dapat mem­berikan informasi karena se­muanya sudah di bawah we­wenang KNKT.  Sementara itu, terkait dengan kerugian dari pihak bandara, Yayan me­nga­takan, AP II belum memastikan berapa kerugian yang diaki­batkan oleh ter­ge­lincirnya pe­sawat.

AP hanya fokus untuk me­ngatasi kelancaran arus lalu lintas penerbangan di bandara dan pengurai penumpang.

“Kami belum menghitung kerugian, tapi yang pasti ada 6 penerbangan yang tertunda dan terjadi penumpukan p­e­num­pang,” terangnya.

Hal yang sama juga disam­paikan oleh Direktur Utama Citilink, Albert Burhan, pihak­nya belum dapat memastikan berapa kerugian akibat ter­ge­lincirnya pesawat Citilink. Nanun Citilink akan mem­beri­kan asuransi kepada semua pe­numpang.

“Semua penumpang sudah kami asuransikan, tetapi pem­bayaran tegantung fatalitynya,” papar Albert.

Dari pantauan Haluan, se­kitar pukul 08.50 WIB pesawat mulai ditarik menggunakan push back car and tractors/aircraft towing truck menuju hanggar. Evakuasi pesawat berjalan lan­car, untuk nose wheel (roda depan pesawat) memerlukan plat baja agar sampai runway, karena lo­kasi evakuasi terbenam rumput yang berlumpur.

Sebelumnya pesawat Citilink QG970 yang membawa waktu mendarat tergelincir keluar run­way 33. Penerbangan tersebut berasal dari Jakarta dengan tu­juan Batam-Padang. Pesawat jenis Airbus A320 itu membawa total 178 penumpang, terdiri dari 174 dewasa, satu anak, dan tiga bayi. (h/rvo)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]