Tarif Dasar PDAM Kab. Solok Melonjak Drastis


Selasa, 04 Agustus 2015 - 19:14:03 WIB
Tarif Dasar PDAM Kab. Solok Melonjak Drastis

Masyarakat menilai, ke­nai­kan tarif yang nyaris 200 persen yang telah diberlaku­kan sejak 1 Juli 2015 lalu itu dianggap terlalu tinggi. Se­men­tara di sisi lain, pelaya­nan dari pihak PDAM justru menurun. “Biasanya kami membayar paling tinggi Rp100 ribu perbulan, pada bulan ini kami harus mem­bayar Rp280 Ribu. Ini jum­lah yang fantastis, sementara distribusi air PDAM seka­rang lebih kecil dari biasa­nya,” kata Hartuti Syamsi (65), warga Jorong Simpang Nagari Koto Baru kepada Haluan kemaren.

Baca Juga : Gubernur: Jalan Abai Sangir-Sungai Daerah Perpendek Jarak Tempuh

Hartuti menyebutkan, kalau memang untuk pe­ningkatan kapasitas dan pe­la­yanan kepada masyarakat, kenaikan tarif dinilai wajar, namun tentu tidak setinggi ini. Pihaknya memban­ding­kan ketika masih tarif lama, distribusi air ke rumah warg­a dianggap sudah membaik. Tapi sekarang justru menu­run. “Biasanya lancar, seka­rang hanya sekali dalam dua hari, itupun kecil,” bebernya.

Kondisi yang lebih parah justru dirasakan oleh masya­rakat yang tinggal di Jorong Panyalai, Nagari cupak, Kec. Gunung Talang. Sejak 7 bulan terakhir, air PDAM yang mengaliri kerumahnya nyaris bak kerakap diatas batu atau hidup segan mati tak mau. Bahkan pada pada bulan Ramadan lalu, masya­rakat setempat tak bisa me­nikmati air bersih dari pipa PDAM. “Kalaupun hidup debitnya kecil, tak bisa me­ngisi penuh satu bak ber­ukuran 1x2 meter,” keluh Titin (46), salah seorang warga Panyalai, Nagari Cu­pak, Kecamatan Gunung Talang.

Baca Juga : Pengawasan Penerapan Prokes Ketat Dilakukan di Simpang Gudang Agam

Titin mengaku sejak 6 bulan terakhir keluarganya tidak lagi mau membayar tagihan air PDAM, sehingga instalasi kerumahnya dipu­tus oleh petugas. Pihaknya mengemukakan alasan tidak mau lagi membayar tagihan lantaran, selain kecil hidup­nya hanya sesaat, atau sekitar 2 jam.

Sementara sebelum air masuk, yang lebih banyak adalah anginnya. “Kami hanya membeli angin, bah­kan tagihan sampai Rp200 Ribu waktu tarif lama, hal ini sudah berlangsung lama, makanya kami tidak mau lagi membayar tagihan,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Har­tuti dan Titin, lain pula yang dirasakan oleh Zulkifli (53), warga Nagari Sing­karak. Menurutnya pela­yanan PDAM saat ini sudah kebablasan, karena selain untuk pemasangan instalasi baru kerumah warga telah dikenakan biaya sebesar Rp1.475.000, untuk penam­bahan jaringan pipa juga dikenakan biaya tambahan  sebesar Rp250 ribu. “Un­tuk pemasangan kita telah membayar, sementara jika ada tambahan pipa kita juga dikenakan biaya Rp250 ribu, meskipun pipanya kita yang membeli. Ini jelas tidak logis,” keluhnya.

Terkait kenaikan tarif dasar itu, Dirut PDAM Kab. Solok Erikardo di dampingi kepala Unit Cupak Hidayat ketika ditemui Haluan di kantornya, membenarkan jika telah terjadi kenaikan tarif. Hal ini katanya telah sesuai dengan surat kepu­tusan Bupati Solok nomor 500-280-2015 tertanggal 20 Mei 2015. Kenaikan tarif ini diklasifikasikan kepada em­pat kelompok. Yaitu ke­lompok satu terdiri Sosial Umum dan khusus dengan tarif dimulai dari Rp960 – Rp1.800 permeter kubik, kelompok II untuk Rumah Tangga mulai dari Rp1.200-Rp3.600 per meter kubik.

Kelompok III instansi Pemerintah mulai dari Rp1.600- Rp4.200 per­meter kubik, sedangkan kelompok IV niaga kecil, niaga besar dan industri kecil tarif berlaku mulai dari Rp2.520 sampai Rp 5.400 permeter kubik. “Tarif lama ditetapkan sejak 2007 silam, sementara biaya operasional terus meningkat. Kalau terus dengan tarif lama, tentu perusahaan akan kolap,” jelasnya.

Pihaknya tidak menampik jika pelayanan di sejumlah wilayah saat ini kurang memuaskan, hal ini lantaran saat ini banyak instalasi yang telah rusak dan bocor. Sementara untuk perbaikan dibutuhkan biaya yang besar.

Bahkan untuk pening­katan pelayanan, pihak PDAM telah memak­simal­kan potensi yang ada di 13 unit sumber air  yang ada, namun hal itu tetap belum maksimal.

Sementara terkait per­soalan pemasangan instalasi baru yang dipungut biaya tambahan, Erikardo me­ngaku tidak mengetahui hal itu, namun pihaknya berjanji akan menindak tegas oknum petugas yang telah mela­kukan perbuatan yang meru­gikan pelanggan di Singka­rak itu. “Kita akan tindak tegas, jika memang ada laporan demikian. Karena kita terus berupaya mem­berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas­nya. (h/ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]