Berpikir Ulang Membuka Penerbangan Padang-Singapura


Selasa, 04 Agustus 2015 - 19:23:26 WIB
Berpikir Ulang Membuka Penerbangan Padang-Singapura

Sebelum penerbangan Singapura-Padang dibuka kembali, sebaiknya Pemprov Sumbar menghitung dan mengkalkulasi dengan cermat untung rugi atau plus minusnya. Jika penerbangan itu hanya menjadi jembatan emas bagi masyarakat Sumbar untuk berwisata dan berbelanja ke Singapura, sedangkan wisatawan asing dari negara singa itu atau para turis asing lainnya tidak seberapa berkunjung ke Padang, tentu Sumbar jadi buntung bukan untung. Devisa dari daerah  ini yang justru lagi ke Singapura. Diam-diam orang-orang berduit di Sumbar juga berpikir menyimpan uangnya di Singapura. Dengan begitu Sumbar bertambah rugi.

Baca Juga : Besok, 19 Perusahaan Mengawali Vaksinasi Gotong Royong

Tapi sebaliknya, jika Sumbar justru mampu meng­kalkulasi dan memanfaatkan jembatan emas dari dan ke Singapura itu dengan sebaik-baiknya, maka tentu saja penerbangan itu sangat positif bagi masayarakat Sumatera Barat. Apalagi sebagaimana yang kita ketahui Singapura adalah negara pusat perdagangan terbesar di kawasan Asia Pasifik, terutama di kawasan Asia Tenggara. Apapun jenis barang-barang ekspor di kawasan ini pada umumnya mesti melewati jalur perdagangan Singapura. Dari sektor pariwisata, angka kunjungan pariwisata asing ke Singapura juga tertinggi di kawasan Asia Tenggara, mencapai 9-12 juta pertahun.

Jika saja Sumbar bisa meraup 2 persen saja dari angka kunjungan wisatawan asing Singapura, tentu  jumlahnya sudah cukup fantastis, yakni 240.000 wisatawan. Jika wisatawan itu membelanjakan uangnya Rp5 juta selama berada di Ranah Minang, maka jumlah devisa yang mengalir Rp1,2 triliun dalam satu tahun. Tentu saja jumlah itu akan sangat mampu menggairahkan pariwisata, perdagangan serta jasa di Sumbar. Belum lagi jika petani Sumbar bisa menjalin hubungan bisnis langsung dengan pedagang ekspor-impor besar di Singapura, tentu akan mampu mengatrol harga komoditi hasil pertanian Sumbar, seperti gambir, kulit manis, karet, kelapa sawit, cengkeh, sayur-mayur  dan lain sebagainya.

Baca Juga : Lisda Hendrajoni Usulkan Penguatan BNPB

Namun sepanjang Pemprov Sumbar belum memiliki kalkulasi tentang untung-rugi dan manfaat bagi daerah dan masyarakat Sumbar dari rencana pengaktifan  kembali jalur penerbangan Padang-Singapura dan Singapura-Padang, maka sebaiknya rencana itu ditunda dulu hingga kalkulasi selesai dan Sumbar benar-benar diuntungkan. Lagi-lagi jangan karena alasan gagah-gagahan saja membuka jalur penerbangan tersebut. Tentu akan sangat lebih ironi lagi  bila mana jalur penerbangan tersebut disubsidi pula oleh APBD Sumbar. Jika itu yang terjadi, tidak tertutup kemungkinan rumah-rumah sakit swasta di  Sumbar akan loyo terkapar, karena sebagian orang berduit di Sumbar akan mem­pe­r­ton­tonkan  life stylenya berobat ke rumah sakit di Singapura. Sebagian orang berduit di Sumbar juga akan pergi berjudi ke Singapura. Bila sudah begitu, lalu Sumbar dapat apa?

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]