JAKARTA, HALUAN — Ha­kim tunggal Lendriaty Janis, mengabulkan seluruh per­mohonan praperadilan yang diajukan mantan Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan. Praperadilan itu di­aju­kan kubu Dahlan terkait pe­netapan Dahlan sebagai ter­sangka dalam kasus duga­an korupsi gardu listrik, oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Dalam pertimbangan­nya, hakim menganggap Kejati DKI tidak mempu­nyai cukup bukti untuk menetapkan Dahlan sebagai tersangka. Hakim menilai, Kejati DKI menetapkan Dahlan sebagai tersangka hanya berdasarkan ketera­ngan 15 tersangka lain. "> JAKARTA, HALUAN — Ha­kim tunggal Lendriaty Janis, mengabulkan seluruh per­mohonan praperadilan yang diajukan mantan Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan. Praperadilan itu di­aju­kan kubu Dahlan terkait pe­netapan Dahlan sebagai ter­sangka dalam kasus duga­an korupsi gardu listrik, oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Dalam pertimbangan­nya, hakim menganggap Kejati DKI tidak mempu­nyai cukup bukti untuk menetapkan Dahlan sebagai tersangka. Hakim menilai, Kejati DKI menetapkan Dahlan sebagai tersangka hanya berdasarkan ketera­ngan 15 tersangka lain. " /> JAKARTA, HALUAN — Ha­kim tunggal Lendriaty Janis, mengabulkan seluruh per­mohonan praperadilan yang diajukan mantan Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan. Praperadilan itu di­aju­kan kubu Dahlan terkait pe­netapan Dahlan sebagai ter­sangka dalam kasus duga­an korupsi gardu listrik, oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Dalam pertimbangan­nya, hakim menganggap Kejati DKI tidak mempu­nyai cukup bukti untuk menetapkan Dahlan sebagai tersangka. Hakim menilai, Kejati DKI menetapkan Dahlan sebagai tersangka hanya berdasarkan ketera­ngan 15 tersangka lain. " />

Dahlan Iskan Menang Praperadilan


Selasa, 04 Agustus 2015 - 19:34:03 WIB

"Penetapan tersangka cenderung bersikap subyek­tif karena tidak didahului dengan pengumpulan ba­rang bukti dan saksi yang cukup," ujar Lendriaty, da­lam sidang putusan prape­radilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (4/8).

Selain menerima guga­tan Dah­lan, hakim juga me­nolak seluruh eksepsi (pem­belaan) pihak termo­hon yakni Kejati DKI Jakarta, sejak sidang gugatan praperadilan Dahlan berjalan satu minggu ter­akhir. Hakim menganggap Kejati DKI tak bisa memberikan pembelaan berupa bukti dan saksi yang dapat menguatkan.

Menurut Lendriaty, ketiadaan saksi dan bukti yang cukup dari Kejati Jakarta saat menetapkan Dahlan sebagai tersangka, ber­tentangan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. "Sprin­dik (surat perintah penyidikan) yang diterbitkan Kejati pada 5 Juni 2015 tidak sah sehingga penyidikan yang dilakukan tidak sah secara hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum me­ngikat," tambahnya.

Tak Ada Banding atau Kasasi

Sementara itu, kuasa hukum Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahen­dra, mengatakan, pasca putusan ini tidak ada aktivitas apapun lagi yang bisa dilakukan kejaksaan.

"Tadi kita sudah sama-sama dengar putusan, hakim telah me­mu­tuskan bahwa pemohonan Dahlan seluruhnya dikabulkan. Penetapan oleh Kejati, selaku penyidik tidak sah. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan Kejaksaan. Tidak ada banding, tidak ada ka­sasi," ujarnya.  Dengan putusan pra­peradilan ini, maka status ter­sangka kasus korupsi gardu listrik yang melekat ke Dahlan Iskan gugur.

"Meskipun penyertaan, jadi tetap satu penyidikan itu harus dibuktikan, tidak bisa disamakan dengan yang lain. Sesuai dengan putusan MK, penetapan tersangka merupakan objek praperadilan," tambah Yusril.

Seperti diketahui, Dahlan mendaftarkan gugatannya ke PN Jakarta Selatan pada Jumat (3/7) lalu. Gugatan itu dilayangkan setelah ia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan 21 gardu induk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara PT PLN senilai Rp 1,06 triliun. Pe­nganggaran proyek itu diduga melanggar Peraturan Menteri Keuangan Nomor 56 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengajuan Persetujuan Kontrak Tahun Jamak da­lam Pengadaan Barang/Jasa.

Jalan Terus

Menyikapi putusan itu, Jaksa Agung Prasetyo mengaku tidak mempermasalahkannya. Pihak­nya juga akan terus melanjutkan proses kasus itu, karena memiliki bukti-bukti lain menindaklanjuti kasus tersebut.  Artinya status tersangka Dah­lan Iskan gugur?

"Ya nanti bisa dihidupkan lagi. Itu bukan keputusan akhir. Biar sajalah semua masih berjalan kita lihat nanti. Ini juga suatu pelajaran bagi seluruh penegak hukum, bukan hanya jaksa. Bagai­mana faktor kesulitan yang kita hadapi selama ini dihadapi de­ngan loyalitas yang tinggi," kata Prasetyo. (bbs/kom/dtc/ral/sis)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]