Bangunan di Perbukitan, BPBD Kaji Rencana Relokasi


Rabu, 05 Agustus 2015 - 19:13:33 WIB
Bangunan di Perbukitan, BPBD Kaji Rencana Relokasi

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Dedi Henidal kepada Haluan mengatakan, benar bahwa pemerintah terkait diperiode sebelumnya pernah menjanjikan relokasi untuk warga di daerah rawan longsor, namun hingga kini belum terlaksana.

Baca Juga : Bekas Atom Center Padang Disulap jadi Penampungan Anak Yatim

“Koordinasi telah dilakukan dengan pihak terkait. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengkaji izin bangunan yang terdapat di lokasi rawan longsor. Tidak hanya di lokasi kejadian kemarin (Bukit Batang Bungo, red), melainkan di semua titik rawan longsor di Kota Padang, seperti di Bukit Gado-gado, Bukit Turki, Batu Busuk dan lain-lain. Setelah izin bangunan kita cek, baru dilanjutkan dengan langkah relokasi,” jelasnya.

Bagi bangunan tidak berizin, lanjut Dedi, pemerintah tentu akan melakukan pembersihan di lokasi tersebut. Sedangkan bagi yang berizin, akan dilakukan pendataan untuk dikaji kemungkinan relokasi warga secepatnya.

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Perumda AM Kota Padang Imbau Warga Gunakan Air Seperlunya

“Bagi bangunan liar, tentu nanti pihak Satpol PP yang mengurusnya. Warga harus taat aturan, karena pemerintah pun tidak mungkin membiarkan warga tinggal di daerah rawan, sama saja dengan membiarkan warga ditimpa bencana,” tegasnya lagi.

Sementara Ketua Rukun Warga (RW) 1, Kelurahan Mata Air, Syamsu Rizal mengatakan, RW yang dipimpinnya memang telah lama menjadi kawasan zona merah bencana longsor, karena terletak di kawasan Bukit Batang Bungo dan Bukit Kuburan Turki. Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah segera mencari jalan keluar untuk keselamatan warga.

“Di sini tinggal sekitar 152 Kepala Keluarga (KK), semuanya berada di zona rawan. Kalau untuk janji relokasi sudah ada sejak 2006, bahkan sampai tandatangan di atas materai untuk pemindahan ke kawasan Bungus, tapi sampai sekarang tak ada realisasinya. Warga tentu tak mau keluar rumah, jika tak ada tempat tinggal baru yang akan ditempati,” kata Syamsu.

Sejauh ini sebagian besar warga RW 1 Kelurahan Mata Air, diminta untuk menempati tenda darurat yang  disediakan BPBD, jika terjadi hujan dengan curah tinggi. Sedangkan untuk korban longsong kemarin, bantuan yang datang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baru didapatkan dari Dinas Sosial Kota Padang. (h/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]