Dinilai Kurang, Dinas Pendidikan Klaim Telah Maksimal


Rabu, 05 Agustus 2015 - 19:14:19 WIB
Dinilai Kurang, Dinas Pendidikan Klaim Telah Maksimal

“Apa yang dikatakan mitra kita dari anggota dewan, merupakan masukan bagi kita. Namun, jika berbicara kualitas pendidikan, itu ada prosesnya. Tanpa proses, tidak akan ada hasil yang maksimal. Proses itu sudah kita lakukan dengan maksimal,” paparnya.

Baca Juga : Di Tengah Guyuran Hujan, Wako Hendri Septa Jemput Keluarga Penerima Bedah Rumah

Jika pernyataan dewan yang menjelaskan anggaran pendidikan cukup besar mencapai 38 persen, me­nurutnya, itu tidak untuk pendidikan semuanya. Bisa dikatakan untuk gaji, juga menelan anggaran yang cukup besar. Dalam catatan anggota dewan lebih dari Rp1 triliun sudah dianggarkan DPRD Kota Padang, agar pendidikan di kota ini bisa lebih baik dan dirasakan dampaknya masyarakat luas.

“Kita akui memang besar anggaran pendidikan. Tetapi, kita juga menyelenggarakan sekolah gratis mulai dari SD-SMA di Kota Padang,”urainya lagi.

Baca Juga : Hendri Septa: Masyarakat Langgar Prokes Akan Ditindak Tegas

Ada beberapa anggaran DPRD Padang untuk kegiatan, antara lain Rp23,31 miliar dalam APBD untuk membiayai pelaksanaan program pendidikan menengah selama 2015. Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program itu, antara lain pembangunan sarana pendidikan tingkat SLTA disediakan anggaran Rp 4,73 miliar, lalu pembangunan sarana pendidikan untuk SMK sebanyak Rp9,57 miliar.

Serapan APBD juga dibuat untuk kegiatan pem­bangunan ruang kelas baru (RKB) pada tiga SMK negeri yang pembiayaannya dibagi dengan bantuan pusat Rp1,2 miliar, penguatan dan operasional MGMP SMA dan SMK dengan anggaran Rp 400 juta.

Selanjutnya, kegiatan persiapan pelaksanaan pra ujian nasional, ujian nasional (UN) dan ujian sekolah untuk SMA dan SMK disediakan dana Rp1 miliar, ekstra­kulikuler dan non akademik pendidikan menengah dengan anggaran Rp858 juta.

Berikutnya, bimbingan teknis penyusunan bahan ajar empat mata pelajaran tingkat SMA dan SMK berbasis Imtaq dan Intek dialokasikan dana Rp280,5 juta dan penunjang operasional implementasi empat mata pelajaran SMA/SMK yang berbasis Imtaq dan Intek dengan anggaran Rp291,5 juta.

Kegiatan lainnya, pengadaan mobiler SMA dan SMK dengan dana Rp1,27 miliar dan pemeliharaan dan perbaikan peralatan laboratorium SMK negeri di­sediakan anggaran sebesar Rp212,5 juta.

“Jadi banyak rincian anggaran yang kita gunakan untuk pendidikan ini. Jika menginginkan kualitas pendidikan, maka semua elemen harus bisa bekeja sama. Mulai dari masyarakat, dewan, pemerintah hingga pihak berwajib. Karena pendidikan ini tugas semua pihak,” tutupnya. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]