DPRD Bakal Batalkan Paripurna Istimewa


Rabu, 05 Agustus 2015 - 19:17:33 WIB

“Sangat di­sa­yang­kan, ka­lau apa yang ka­mi usulkan tidak diakomodir. Kami  juga menyesalkan  sikap Pemko Padang, jika nama tokoh yang akan diberi peng­hargaan itu tidak bisa di­ubah,” katanya.

Dikatakannya, sebagai perwakilan dari masyarakat DPRD tidak pernah di­berita­hu ataupun diminta mengu­sul­kan nama tokoh untuk diberi peng­harga­an.  ”Ja­ngan­kan di minta, ber­ko­mu­nikasi saja dengan DPRD tidak ada. Krite­ria­nya saja kami tidak tahu, tiba-tiba saat diusulkan na­ma katanya sudah terlambat. Kalau be­gini ceritanya, se­baik­nya tahun ini tidak usah saja ada penghargaan,” ujarnya.

Dia mengatakan, kalau memang nama orang yang akan diberi penghargaan itu sudah ada, kenapa sampai dua hari jelang perayaan HUT Kota DPRD tidak diberitahu siapa saja yang akan me­nerima penghargaan itu.

“Kami bukan tidak me­ng­hargai siapa tokoh ter­sebut, tetapi masyarakat atau DPRD sebagai perwakilan masyarakat harus me­nge­tahui tokoh ini. Peng­hargaan itu bukan sembarangan saja diberikan. Kami  harus tahu kapabilitas, intergritas dan apa yang dibuat untuk Kota Padang,” jelasnya.

Selain itu, dia juga mem­per­tanyakan siapa saja pa­ni­tia seleksi yang memilih orang-orang yang akan di­beri penghargaan itu. ”Tak hanya tokoh yang perlu di­ke­tahui masyarakat, tapi siapa panitia seleksinya juga harus jelas kapabilitas, inte­gritas dan SDM-nya. Jangan sampai orang yang diberi penghargaan itu hanya men­gun­tung­kan pribadi pimpi­nan kota, atau dengan kata lain hanya tim suksesnya saja. Padahal anggaran yang di­pa­kai adalah uang milik rakyat Kota Padang,” katanya lagi.

Lebih lanjut di­katakan­nya, pemberian penghargaan itu jangan hanya sebatas seremonial saja dan sekedar pemberian pin emas. Perlu kehati-hatian, harusnya ora­ng teruji di mata publik. “Pemberian penghargaan itu harus menjadi motivasi bagi warga lain, untuk berbuat lebih bagi kota ini. Selain itu, tokoh yang diberi peng­hargaan tersebut juga hen­daknya diberi fasilitas lebih, jangan hanya sekedar peng­hargaan saja, sesudah itu habis,” ucapnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra me­nga­takan, tidak ada istilah terlambat dalam usulan na­ma tokoh yang akan diberi penghargaan. Dia me­mi­nta,  Pemko mem­per­tim­bang­kan nama yang di­sam­pai­kan DPRD beberapa hari lalu itu.

Dia mencontohkan, Be­n­ny Wendry, seorang to­koh muda yang merintis karir dari bawah di PTSP hingga kini menjadi orang nomor satu di perusahaan itu. Pab­rik semen itu pun telah me­m­berikan kontribusi bagi PAD men­capai Rp61 miliar setahun, belum lagi CSR yang men­capai ratusan miliar.

Sementara saat di­hu­bun­gi Haluan melalui telepon seluler, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah dan Seketaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Nasir Ahmad tidak menjawab, padahal handphonenya aktif, se­men­tara Kepala Kesbangpol Kota Padang, Eri Senjaya handphonenya tidak aktif. (h/ade/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]