Hotel Berhantu di Australia Berusia 200 Tahun


Rabu, 05 Agustus 2015 - 19:20:18 WIB

Menurut pengelola pe­nginapan saat ini, Don Smith, tidak diketahui hari dan tanggal pasti pem­ba­ngu­nan hotel. Namun sejumlah dokumen menunjuk pada tahun 1815.

“Satu-satunya tanda yang ada di luar menyebutkan tahun 1815,” katanya kepada ABC.

Selama ini terjadi per­debatan mengenai mana hotel paling tua yang hingga hari ini masih berfungsi, apakah Hotel Hope and An­chor di Hobart atau Hotel Bush Inn New Norfolk.

Namun bagi Don Smith, gelar itu sudah jelas dimiliki oleh hotelnya. Sejumlah foto dan plakat yang tergantung di dinding menunjukkan bahwa hotel itu telah me­lewati sejarah yang panjang.

Namun ada dua hal yang membuat hotel ini banyak dibicarakan. Pertama ada­nya salah satu kamar, yaitu Kamar Nomor 6, yang ko­non berhantu. Yang kedua adalah, adanya terowongan bawah tanah yang pintu ma­suknya terletak persis di bawah pub di hotel itu.

“Katanya dahulu digu­nakan untuk mengangkut pasien dari Sungai Derwent ke rumah sakit, sehingga mereka tidak akan terlihat oleh warga,” jelas Smith.

Kondisi terowongan itu saat ini tertutup, namun Smith mengaku ia sendiri penasaran dan ingin mene­lusurinya suatu saat. Ia me­nga­ku sudah melihat reka­man video terowongan yang pernah dibuat sebelumnya.

“Terowongan ini ting­ginya lima kaki dan lebarnya tiga kaki. Saya harap suatu saat bisa mengetahui ada apa di ujung terowongan ini,” paparnya.

Salah satu memorabilia yang masih tersimpan hingga kini adalah yang berasal dari era saat hotel dipergunakan sebagai tempat beribadah. Pasalnya, di tahun 1830-an itu, gereja kota tersebut masih dalam pembangunan.

Selain itu, ada memo­rabilia dari penyanyi terke­nal yang menginap di sana di tahun 1924. Ada pula plakat yang menandai perta­ma kalinya dilakukan sam­bungan telepon dari hotel itu di tahun 1888 serta sam­bungan telepon pertama ke London di tahun 1939.

Di ruang bawah tanah ada sebuah pintu kayu ke ruangan yang pernah diper­gunakan sebagai tempat pe­nyimpanan wine.

Perihal Kamar Nomor 6 yang “berpenghuni”, itulah satu-satunya kamar yang hanya dilengkapi tempat tidur ukuran satu orang serta sebuah kursi di pojokan. Orang-orang yang mem­per­cayai ceritanya, mengatakan bahwa kamar ini “dihuni” seorang gadis kecil.

Smith sendiri men­de­ngar ceritanya, waktu hotel itu baru beroperasi. Konon pernah ada gadis kecil yang jatuh dari tangga dan me­ninggal. Smith mengaku pernah ketakutan karena harus bermalam di hotel itu sendirian.

“Saat pertama tiba di sini, saya tinggal sendirian. Tidur sendiri di malam hari, jujur saja saya ketakutan,” ujarnya.

Namun toh sejauh ini ia tidak pernah mengalami hal yang tidak lazim terkait “penghuni” Kamar Nomor 6 itu. Kini Smith punya rencana besar. Ia ingin mem­peringati usia 2 abad hotel itu secara istimewa.

Dalam rencananya itu, Smith mengatakan tuan ru­mah dan para tamu un­da­ngan akan mengenai pakaian bergaya kolonial. Akan ada pula iringan musik dari band lokal. (h/dtc)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]