Ospek Masih Dibutuhkan


Rabu, 05 Agustus 2015 - 19:39:23 WIB
Ospek Masih Dibutuhkan

Rektor Universitas Ne­geri Padang (UNP) Phil Yanuar Kiram melalui Pem­bantu Rektor (PR) III UNP Syahrial Bahtiar menu­tur­kan, pengenalan kehidupan kehidupan kampus ini sa­ngat perlu dilakukan karena Maba sangat butuh pe­nge­nalan dan juga pemberian informasi visi, misi, prog­ram UNP, aturan-aturan UNP dan pengenalan UNP lainnya.

Baca Juga : Dinkes Kota Padang Sediakan Tempat Isolasi Guna Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Lebaran

“Ini tidak bisa dihi­lang­kan karena bagi me­reka mahasiswa baru tentu butuh pengenalan karena memasuki lingkungan baru,” ujarnya melalui sambungan telepon de­ngan Ha­luan, Rabu (5/8).

Syahrial memastikan, pelak­sanaan Ospek tahun ini akan bebas dari yang namanya per­peloncoan. Karena hal ini tidak sesuai dengan semangat dan jati diri UNP. “Dalam Ospek nanti yang akan kita kemukakan hal yang postif, sementara untuk hal negatif seperti perpeloncoan itu tidak ada,” paparnya.

Baca Juga : Padang Aktifkan Kembali Kampung Nelayan untuk Tempat Karantina Covid-19

UNP juga mengimbau kepada panitia Ospek agar tidak me­lakukan hal-hal yang merugikan bagi Maba seperti perpeloncoan. “Kalau ini masih kita temukan maka akan kita tindak tegas. Ini sejalan dengan edaran Ke­men­ristek-Dikti yang melarang ada­nya perpeloncoan,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Badan Eksekutif Maha­siswa (BEM) UNP, Galant Vic­tory. Menurutnya, secara subs­tan­si Ospek ini sangat bagus se­bagai sarana Maba untuk mem­per­kenalkan kehidupan kam­pus.

Selain itu kata Galant, juga sebagai ajang silaturahmi dan perkenalan dengan civitas aka­demika dan pimpinan kampus. “Dalam kegiatan Ospek juga ada info-info beasiswa jadi bagus diberikan kepada Maba untuk pemberi motivasi,” terangnya.

Hanya saja ujar Galant, ada budaya yang berkembang kalau Ospek itu indentik dengan hu­kuman-hukuman dan per­pelon­coan, padahal tidak seperti itu seharusnya.

“Kalau Ospek dilakukan de­ngan baik tentunya hasilnya juga akan baik dan jangan ada huku­man yang merugikan,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Rek­tor Universitas Andalas (Unand) Werry Darta Taifur. Ia menje­laskan, masa orientasi Maba Unand disebut dengan Bim­bingan Aktifitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah (Bakti), dan kegiatan tersebut wajib diikuti seluruh Maba. Karena di dalam Bakti terangkum kegiatan penge­nalan kehidupan kampus. Dan dalam pelaksanaan Bakti, norma dan asas kepatutan menjadi hal paling penting untuk dijunjung.

“Dalam Bakti, diperkenalkan organisasi, tata kelola kampus, unsur pimpinan, fasilitas dan pemanfaatannya, peraturan aka­de­mik dan non-akademik, unit ke­giatan dan kelembagaan maha­sis­­wa serta kegiatan-kegia­tan non aka­­­demik yang akan menunjang krea­tifitas dan pena­laran serta pe­ngem­bangan bakat mahasiswa. Ten­tu ini penting bagi Maba,” jelasnya.

Dari poin-poin tersebut, lanjut Werry, terlihat nilai esensi dari pelaksanaan Bakti. Sedangkan untuk prakteknya, ia telah meng­intruksikan semua pihak terkait, baik itu panitia, mahasiswa, dosen dan pihak-pihak lainnya untuk melakukan pengawasan mak­simal terhadap jalannya kegiatan Bakti.

“Mulai dari Wakil Dekan III hingga jajaran ke bawahnya serta semua pihak terkait. Semuanya ditekankan untuk mengawasi dan menjamin tidak ada yang na­manya tindakan kekerasan di kampus ini oleh siapapun dan kepada siapapun juga. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), kelembagaan dan unit kegiatan mahasiswa, sampai mahasiswa  senior harus melakukan pem­binaan dan orientasi kepada Maba dengan menjunjung tinggi norma akademik dan etika yang diakui secara universal,” tandasnya.(h/mg-isr/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]