Petugas tak Bekerja Maksimal


Kamis, 06 Agustus 2015 - 19:03:56 WIB
Petugas tak Bekerja Maksimal

Pantauan Haluan di lokasi terminal yang berada di belakang Balaikota Lama beberapa hari yang lalu, banyak angkot yang silih berganti ngatem di luar terminal untuk menurunkan, menunggu dan menaikkan penumpang. Se­dangkan beberapa petugas dari Dishub Kominfo tetap berusaha untuk mengarahkan sopir angkot untuk segera masuk ke lokasi terminal.

Baca Juga : Hadiri Wirid di Perumda AM Padang, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Kepedulian

“Sebenarnya bukan kami yang ditanya, tapi penumpang. Karena banyak dari penumpang tidak mau turun atau naik di terminal. Kalau memang penumpang se­pa­kat turun atau naik di terminal, tentu kami langsung ke terminal. Sopir tentu tak mau kehilangan penumpang, tak ada penumpang sama dengan tidak makan,” kata Zal, salah seorang sopir jurusan Pasar Raya-Indaruang.

Zal mengaku pernah be­be­rapa kali menunggu penumpang di lokasi terminal, namun di saat bersamaan rekan sopirnya yang lain tetap menunggu penumpang di luar terminal. “Kawan yang menunggu di luar, cepat dapat penumpang. Kalau saya tetap di dalam terminal, tidak dapat pe­num­pang,” lanjutnya lagi.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

Sementara Kepala Unit Pe­lak­sana Tugas (UPT) Pangkalan Angkot Padang, Malizar Ade kepada Haluan mengatakan, petugas Dishub Kominfo telah berusaha semampunya untuk meminimalisir angkot yang nga­tem di luar terminal untuk me­nurun­kan, menunggu dan me­naik­kan penumpang. Namun keterbatasan daya tampung ter­minal, tetap menjadi penyebab utama pekerjaan yang dilakukan masih belum optimal.

“Untuk tujuh trayek yang ditempatkan di terminal ini, Pasar Raya-Gadut, Inda­rung, Banuaran, Teluk Bayur, Cendana Mato Aia, Aia Manih dan Bungus Teluk Kabung, jumlah angkotnya lebih dari 300 unit. Sedangkan daya tampung terminal hanya sekitar 48 unit, sehingga tidak mungkin pula angkot berdempet-dempet untuk menunggu penum­pang. Oleh karena itu, sifat ter­minal masih menjadi tempat singgah sementara,” jelas Malizar.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Dilanjutkannya, pada saat jam sibuk, kepadatan angkot menuju Pasar Raya memang tidak me­mung­kinkan petugas untuk me­nga­rahkan seluruhnya, agar ma­suk ke lokasi terminal. Belum lagi beberapa sopir mengeluh kepada petugas saat disuruh masuk ke terminal.

“Sebagian sopir mengeluh karena belum dapat penumpang, tapi wajib segera masuk ke ter­minal, padahal trayek yang akan dituju sangat jauh dan memakan modal bensin tak sedikit. Sejauh ini sebanyak 26 personil kami yang dibagi dalam dua titik dan dua shift, yaitu di Air Mancur dan di depan Balaikota Lama, terus berupaya mengatur agar tidak terjadi dem­petan angkot yang panjang sehingga menyebabkan kemacetan. Solusi terbaiknya memang tak lain adalah pe­ngem­bangan terminal,” tutup Malizar. (h/mg-isq)

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]