Fakta Menarik Tentang Tertawa


Jumat, 07 Agustus 2015 - 18:51:54 WIB
Fakta Menarik Tentang Tertawa

1. Tertawa Tidak Selalu karena Sesuatu yang Lucu

Baca Juga : Pulang dari Luar Daerah, Sepasang Suami-Istri Postif Terpapar Covid-19

Tanyakan kepada orang dewasa hal apa yang mem­buat mereka tertawa, dan sebagian besar pasti men­jawab lelucon dan humor. Jawaban itu tidak selalu benar. Robert Provine, seo­rang psikolog dari Uni­versity of Maryland menga­takan bahwa orang paling sering tertawa ketika ber­bicara dengan teman.

Manusia tertawa 30 kali lebih sering atau mener­tawakan sesuatu saat mereka bersama orang lain ketim­bang sendirian. Menariknya, kita tertawa tidak hanya karena mendengar atau me­nonton humor tapi juga pernyataan dan komentar dari orang lain terhadap humor tersebut. Singkatnya, tawa adalah suatu bentuk komunikasi, bukan reaksi. Menurut penjelasan ilmiah tentang tertawa, kaitan an­tara tawa dengan lelucon sangat kecil. Tapi lebih kepada perilaku sosial yang biasa digunakan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa kita menyukainya dan memahaminya.

Baca Juga : Penerapan Prokes Melemah, dr Indra Yovi: Kasus Covid-19 Bisa Meledak!

2. Otak Bisa Mem­bedakan Tawa yang Palsu dan Asli

Otak bisa mengetahui perbedaan antara tertawa yang disengaja dan spontan. Ketika mendengar suara tawa yang disengaja, aktivitas otak akan lebih banyak pada bagian depan atau yang dise­but dengan prefrontal cor­tex. Bagian otak ini berfungsi untuk memahami emosi orang lain. Berdasarkan stu­di yang dilakukan meng­gunakan alat pendeteksi getaran pada otak, terungkap bahwa otak manusia akan mengenali tertawa yang pal­su dan spontan secara oto­matis tanpa harus diins­truksikan terlebih dahu­lu.

Baca Juga : Langgar Prokes, Aktivitas Raun2 Foodpark Dibubarkan Paksa

3. Tertawa Bisa Menular

Dari hasil scan otak ma­nusia terungkap bahwa ter­tawa bisa menular. Itulah seba­bnya kenapa kita cen­derung ikut tertawa ketika menyaksikan orang di dekat kita melebarkan senyumnya. Bahkan saat seseorang tidak menganggap itu suatu hal yang lucu atau tidak me­ngerti, ketika dia melihat orang lain tertawa otot-otot wajahnya akan mulai ber­siap-siap untuk tertawa atau minimal sedikit tersenyum.

Baca Juga : Dilarang Pakai Masker, Ini Tips Olahraga Saat Ramadan

4.  Kadar Lucu Seseorang Ditentukan dari Popularitas

Pernah bertanya-tanya kenapa Sarah Sechan, Da­nang-Darto ‘The Comment’, Indra Herlambang atau Des­ta selalu sukses mem­buat penontonnya tertawa dengan apa pun yang mereka lakukan? Ada satu kesamaan di antara mereka, yaitu sa­ma-sama dikenal sebagai figur publik.

Orang cenderung meng­anggap sebuah lelucon atau humor lebih lucu apabila dilontarkan oleh komedian atau presenter komedi yang terkenal. Bahkan sebuah frase sederhana akan ter­dengar lebih lucu ketika diucapkan seseorang seperti Jim Carrey atau Ellen de Generes ketimbang Jamie Oliver yang seorang chef.

5. Tertawa Ada Waktunya

Ketika seorang kome­dian melontarkan lelucon, sangat jarang terjadi ada penonton/pendengar yang sudah tertawa di tengah-tengah percakapan. Hal itu ternyata ada penjelasan il­miahnya. Insting manusia memang diatur untuk ter­tawa pada waktu yang tepat. Jadi secara otomatis dan tidak sadar, seseorang telah mengatur waktu kapan dia harus tertawa dan umumnya (lebih seringnya selalu) mereka akan tertawa di akhir kalimat. (h/dtc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]