Puncak Lawang, Wisata Alam nan Eksotis


Jumat, 07 Agustus 2015 - 18:52:59 WIB
Puncak Lawang, Wisata Alam nan Eksotis

Tidak hanya terkenal dengan saka lawang yang dibuat secara tradisonal, namun objek wisata satu ini juga menawarkan sensasi petualangan. Bagi mereka yang ingin menikmati sua­sana alami serta petu­ala­ngan tentunya untuk ber­kunjung ke atas puncak yang berketinggian ± 1.210 m di atas permukaan laut ini.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Untuk menuju Puncak Lawang bisa dilalui dari Kota Padang atau dari Bu­kitinggi menuju Simpang Padang Lua, lalu berbelok menuju Kematan Matur, kurang kebih 30 menit se­belum Danau Maninjau. Sebelumnya sampai di Pun­cak Lawang terhampar la­dang tebu yang meng­gam­bar­kan mata pencaharian masyarakatnya. Hampir setiap lahan yang ada di tumbuhi oleh tanaman te­bu.

Bahkan aroma harum dari sejumlah tungku tebu masyarakat dapat tercium dari sepanjang perjalanan menuju Puncak Lawang.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Sesampai di puncak, hawa dingin menyentuh tubuh, nafas pun terlihat mengeluarkan asap dari suhu dingin, seolah kita sedang merokok, embun pun terlihat menggantung di dedaunan. Namun di­nginnya suasana seakan tak terasa ketika melihat Danau Maninjau dari atas Puncak Lawang. Sungguh begitu indahnya alam Sumatera Barat seperti melihat cer­min raksasa yang memben­tang di bumi.

Tak heran, tempat ini sejak zaman penjajahan Belanda sudah menjadi pi­lihan peristirahatan kaum bangsawan Belanda, karena ke eksotisannya. Dari Pun­cak Lawang, pengunjung dapat menikmati peman­dangan yang memukau.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

Danau hijau dan langit yang biru dikelilingi bukit-bukit yang gagah berdiri seakan kaki dan mata ter­hipnotis tidak bergerak. Selain keindahan alam nan elok, pengunjung juga da­pat menikmati petu­ala­ngan yang ditawarkan oleh se­jumlah pemuda dengan permainan outbondnya.

Hanya dengan Rp30 ribu pengunjung dapat be­rseluncur di atas tali baja. Teriakan yang memacu ad­renalin di antara kabut dingin serta pohon-pohon pinus menambah keunikan Puncak Lawang.

Baca Juga : Menparekraf Optimistis Desa Wisata Jadi Pandemic Winner

Jika penunjung yang ingin menikmati hangatnya kopi serta pedasnya mie rebus, bisa singgah di salah satu kafe. Bagi mereka yang ingin beribadah juga ter­sedia mushola tengah area puncak.

Menikmati keindahan alam sambil bermain out­bond mungkin satu hal yang menarik untuk dinikmati, namun keindahan suatu objek wisata dapat bertahan bahkan terus berkembang jika si penikmat alam dan pengelola saling menjaga lingkungan di objek wisata tersebut. ***

 

Narasi dan Foto:
RIVO SEPTI ANDREAS

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]