Hantarkan KPIK Jadi Kelurahan Terbaik


Jumat, 07 Agustus 2015 - 18:58:07 WIB
Hantarkan KPIK Jadi Kelurahan Terbaik

“Kelompok tani dan per­­himpunan pengguna air inilah yang mengantarkan kami mendapat juara,” te­rang Zulfadli, anggota Satpol PP yang kini memilih me­n­jadi lurah.

Baca Juga : Etika Politik Koalisi PKS dan PAN dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Baginya, masyarakat Ko­to Tangah terutama di kelu­rahannya sama seperti dae­rah lain, memiliki banyak persoalan. Tetapi, berkat persatuan dan kesatuan ma­syarakat, kelurahan KPIK ini bisa menjadi kelurahan terbaik di kecamatan. Ka­rena, di kelurahan kekom­pakan menjadi hal pokok untuk meraih prestasi.

“Kalau kami tidak kom­pak, mana mungkin bisa berprestasi,” tutur Zulfadli.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Masuknya KPIK men­jadi kelurahan terbaik, tidak lepas dari sikap Zulfadri sendiri. Zulfadri setelah berpindah tugas menjadi lurah, ia meyakinkan diri­nya sendiri untuk bisa meng­akomodir semua kebutuhan masyarakat. Ia tidak ingin terlihat seperti bos, tapi ingin menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri.

“Jika ingin dihargai oleh masyarakat dimana tempat memimpin, menjadi seder­hana dan dekat adalah kunci terbaik,” pesannya.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Inilah pemikiran seder­hana yang ditanamkan oleh Zulfadli. Apalagi, di kelu­rahan yang cukup panas ini karena tersentuh pelak­sa­naan pembangunan jalur dua Bypass, menjadi dekat de­ngan masyarakat sangat pen­ting.

Ketika Haluan mengun­jungi kantor Lurah KPIK di Jalan Lubuk Minturun me­mang terlihat sosok lurah Zulfadli sederhana dan de­kat dengan masyarakat. Ba­ginya, jika tidak bisa dekat atau tahu dengan keinginan masyarakatnya maka tujuan pembangunan juga susah terwujud.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

“Apalagi, saat ini tujuan pembangunan di Kota Pa­dang ini adalah membangun jalur dua Bypass. Kami ha­rus menyamakan keinginan dengan masyarakat sehingga apa yang menjadi tujuan kita bersama cepat terwujud,” urainya.

Ia menambahkan, seb­a­gai pemimpin kelurahan ia tidak ingin masyarakatnya dirugikan. Makanya, untuk mengambil kebijakan ia selalu ber­ko­munikasi de­ngan kecamatan dan kota. Semua yang di­inginkan oleh masyarakat sebaiknya itu juga yang men­jadi tujuan pemerintah. Me­mang diakui tugas utamanya saat ini adalah persoalan tanah masyarakat, tanah umum atau tanah kosong yang belum produktif.

“Kalau berbicara pers­o­a­lan tanah, atau pem­bebasan tanah kita harus hati-hati sekali. Karena kita tidak ingin merugikan ma­syarakat,” paparnya.

Lurah yang memiliki pengalaman di berbagai intansi seperti staf Satpol PP, staf kecamatan serta menjadi lurah ini sangat memahami keinginan masyarakat. Ia juga selalu berpegang kepada visi dan misi Walikota Pa­dang Mahyeldi Ansharullah dalam memimpin masya­rakatnya.

Setahun lebih menjadi Lurah di Kelurahan KPIK Kecamatan Koto Tangah sudah banyak yang dila­kukannya untuk men­suk­seskan program kelurahan. Terutama persoalan ma­syarakat yang masih terting­gal. Beruntung, katanya saat ini di kelurahan tersebut masyarakatnya sudah maju tidak seperti dahulu lagi.

“Dalam memimpin kita memang perlu trik agar masyarakat jangan merasa dizalimi. Tapi, kita juga harus mencari titik-titik temu setiap persoalan yang kita hadapi. Memang ada beberapa masyarakat tidak setuju dengan beberapa ke­bijakan. Tetapi, kita tetap meminta kepada masyarakat semuanya agar apa yang kita inginkan itu tidak ada ke­pen­tingan siapapun. Intinya, jangan ada masyarakat yang suka menghasut-hasut,” te­rangnya.

Sosok yang religius ini memang punya trik khusus mendekati masyarakat ber­dasarkan umur. Trik terse­but yakni mengembalikan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Zulfadli menyatakan, umur manusia di dunia ini tidak akan lama, jadi tidak ada gunanya mem­pertahankan harta di dunia. Ini pesannya kepada ma­syarakat.

“Pendekatan saya ke­pada masyarakat selalu me­nyentuh, persuasif dan de­ngan cara agama. Kami minta kepada mereka jangan terlalu memikirkan dunia lagi. Makanya, sisa umur atau bonus yang diberikan oleh Tuhan jangan membuat kita bersikeras, menahan santing. Kita harus me­ngem­balikan kepada yang maha Esa,” tutupnya. ***

 

Laporan :
OSNIWATI

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]