Kondisi Anak-anak Perbatasan Mengkhawatirkan


Jumat, 07 Agustus 2015 - 20:26:18 WIB
Kondisi Anak-anak Perbatasan Mengkhawatirkan

“Karena orang tuanya tinggal dan kerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Tawau, Malaysia,” kata Ledia.

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Anggota DPR yang bera­sal dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat I ini menjelaskan, bahwa anak-anak yang tidak punya akta kelahiran tersebut nantinya ti­dak akan bisa memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau dokumen kene­ga­raan lainnya.

Padahal, dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 27 (2), anak-anak men­dapatkan hak untuk men­­­dapatkan akta ke­la­hi­ran.

Baca Juga : Perkuat Infrastruktur Digitalisasi Partai, Anis Matta Resmikan Gelora Media Centre

“Mereka tidak ter­jang­kau program akta gratis dari pemerintah,” kata Ledia.

Ledia berharap Pe­me­rintah Provinsi Kalimantan Utara serius untuk mem­benahi persoalan anak-anak di wilayah perbatasan ini, baik yang berkenaan dengan legalitas maupun pen­didi­kan. Harapannya, kesulitan untuk memperoleh pen­didikan yang layak, dapat segera teratasi.

“Kesulitan anak-anak di perbatasan dalam men­da­pat­kan pendidikan juga per­lu diatasi. Ada yang harus jalan 10 km per hari untuk pergi ke sekolah,” kata Le­dia.

Ledia mengunjungi Pro­vinsi Kalimantan Uta­ra­ dalam rangka kunjungan ker­ja yang berlangsung se­lama tiga hari. Dimulai dari hari Rabu (5/8), Ledia me­ninjau langsung kondisi pen­didikan agama anak di wila­yah yang berbatasan lang­sung dengan Malaysia ter­sebut. (h/trn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]