Pasaman Pertanyakan BSPS dari Pusat


Ahad, 09 Agustus 2015 - 19:21:14 WIB
Pasaman Pertanyakan BSPS dari Pusat

"Program ini memang untuk dua kecamatan saja, dalam rangka penuntasan pemukiman warga per­ko­taan. Usulan tahap awal pada 2014 lalu, sebanyak 255 Rumah Tangga Sasaran (RTS) telah disampaikan. Namun, informasi yang di­sam­paikan Pemerintah Pu­sat, tidak semua usulan terse­but yang dapat ditampung oleh program BSPS. Jumlah yang diusulkan mengalami pengurangan menjadi 233 KK," kata Kepala Dinas Pe­kerjaan Umum Kabu­paten Pasaman, Ewilda, kemarin.

Baca Juga : Menara Masjid Raya Sumbar jadi Daya Tarik Baru Wisatawan

Ia mengatakan bahwa bantuan itu bersumber dari dana tugas perbantuan pusat. Setiap rumah tangga sasaran dibantu sebesar Rp15 juta untuk biaya pembangunan rumah tidak layak huni men­jadi layak huni.

"Dulu programnya keca­matan tuntas, sasaran tahap pertama ada di dua keca­matan itu. Tapi kini diku­rangi, penyebabnya kita tidak tahu. Satu rumah tang­ga dibantu sebesar Rp15 juta, dananya langsung diki­rim ke rekening masing-masing penerima," ujarnya.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Lebaran, Nagari Sinuruik Pasaman Barat Dirikan Posko dan PPKM Mikro

Ewilda menyebutkan, su­dah meminta camat dan wa­linagari melakukan veri­fikasi ulang terkait calon penerima bantuan itu. Ia berharap, tidak ada gejolak akibat pe­ngu­rangan kuota penerima program BSPS tersebut.

Ewilda menambahkan, bahwa pihaknya siap menga­wasi penggunaan dana ban­tuan BSPS itu. Ia mengata­kan, dana tersebut harus dibangunkan untuk perbai­kan rumah, bukan keper­luan konsumtif lainnya. (h/col)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]