PAN Beri Sinyal Bergabung ke Pemerintahan Jokowi


Ahad, 09 Agustus 2015 - 19:26:26 WIB
PAN Beri Sinyal Bergabung ke Pemerintahan Jokowi

“Kita juga lihat ba­gai­mana pasar merespons ne­gatif kinerja kabinet se­lama sembilan bulan ini, sa­lah satunya adalah bagaimana nilai tukar rupiah terus ter­puruk. Hal itu pula yang menyebabkan industri ma­nufaktur kita tidak mampu bekerja, sampai terjadi PHK di mana-mana,” ujar Teguh dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8).

Baca Juga : Survei IPO: AHY Masuk Lima Besar Tokoh Potensial di Pilpres 2024, Anies Teratas

“Hal inilah yang di­anggap cukup sebagai in­dikator, di mana presiden ha­­rus segera bertindak, te­rutama di jajaran kemen­teriannya yang langsung bersentuhan dengan sektor ekonomi mikro,” katanya menambahkan.

Ketika ditanya apakah PAN siap jika ada kadernya yang kemudian ditunjuk se­bagai menteri di jajaran ka­binet Jokowi, Teguh me­nga­ku belum ada pem­ba­hasan demikian di internal par­tainya. Namun dirinya me­ngatakan, dalam mem­bangun bangsa yang besar ini memang dibutuhkan kerja sama yang baik, antar setiap elemen yang ada di da­lam­nya.

Baca Juga : Pakar Analisis Ucapan Moeldoko 'Diperintah Jokowi': Tak Ubahnya Unjuk Kekuatan

“Kita di sini memang bukan dalam posisi me­nyo­dor-nyodorkan atau me­na­warkan. Tapi yang pas­ti, meskipun saat ini PAN ada di luar kabinet, kami tetap ingin Presiden Jokowi suk­ses. Ka­rena kesuksesan se­orang pre­siden akan mem­bawa ke­sejahteraan pula kepada ma­syarakatnya,” ujar Teguh.

“Yang pasti, mengurus bangsa yang besar dan ma­jemuk ini kan tidak mudah. Maka kalau kita berbicara konteks koalisi antara KIH-KMP pun kan ternyata su­dah cair juga. Di parlemen pun dalam sejumlah ke­bijakan kan juga sudah se­ring sejalan. Jadi sebenarnya tekanan politis dari par­lemen terhadap kabinet pun kan sudah makin kecil. De­ngan kata lain, siapa saja kan bisa (dipilih),” pung­kasnya.

Baca Juga : Berikut Daftar Pengurus Masyumi Reborn: Ahmad Yani Ketum, Alfian Tanjung Waketum

Di lokasi sama, pe­nga­mat birokrasi dan ke­bijakan publik Medrial Alam­syah mengatakan, bu­tuhnya per­cepatan dalam hal per­baikan sistem dan bi­rokrasi di ka­binet pe­merin­tahan, men­jadi salah satu tantangan nyata bagi pemerintahan Jokowi.

Dirinya menyebut, se­jumlah langkah yang dite­m­puh pemerintah dalam me­reformasi aparaturnya, me­ngalami sejumlah kendala di lapangan. Terkait adanya tuntutan mekanisme yang harus dilakukan secara trans­paran, dan rentang waktu yang dibutuhkan guna me­realisasikannya.

Baca Juga : AHY Temui Ketum PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Bahas Soal Ancaman Demokrasi

“Kita kan tahu bahwa memang ada perubahan struktural di beberapa ke­menterian, seperti pe­ru­bahan nomenklatur dan se­bagainya, yang itu saja be­lum selesai. Padahal tar­getnya tiga bulan. Hal itu di­lakukan juga demi mentaati adanya UU ASN, dimana semua hal itu harus di­la­kukan secara transparan,” ujar Medrial. (h/mdk)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]