RI ‘Pembuangan’ Produk Non Organik


Ahad, 09 Agustus 2015 - 19:29:52 WIB
RI ‘Pembuangan’ Produk Non Organik

“Pemerintah harus mem­­pertimbangkan kem­bali mengenai pemberian subsidi terhadap pupuk atau pestisida non organik,” kata senator DPD RI asal Sum­bar Nofi Candra kepada Haluan Minggu, (9/8).

Baca Juga : Irawati Meuraksa Serahkan Donasi Spensa Peduli di SMP Negeri 1 Padang

Menurut Nofi, adanya subsidi pupuk kimia itu meru­pakan kebijakan yang salah dan berdampak buruk bagi lingkungan dan ke­sehatan masyarakat. Lan­taran itu,  sudah saatnya peme­rintah memikirkan tindakan preventif untuk mencegah masyarakat dari berbagai macam penyakit yang ditim­bulkan dari zat kimia.

Dia menegaskan de­mikian, karena dari hasil kunjungan DPD RI ke be­berapa lembaga di Italia minggu lalu untuk mem­bahas masalah pengem­ba­ngan pertanian di Indonesia, DPD RI me­ngunjungi CRA dan FAO. CRA (Consiglio per la Ricerca in Agricoltura e l’Analisi dell’Economia Agrari) me­rupakan or­ga­nisasi ri­set nasional yang ber­ope­rasi di bawah pe­ngawasan Menteri Per­tanian dengan kompetensi kei­l­muan umum dalam bidang pertanian, agr­o­­industri, ma­kanan, peri­kananan dan kehutanan.

Baca Juga : Cegah Penularan Covid-19, Lapas Padang Lakukan Penyemprotan Desinfektan

CRA merupakan lem­ba­ga yang berfungsi untuk melakukan penelitian per­tanian dan juga berfungsi untuk meningkatkan inovasi dan teknologi di sektor per­tanian. CRA merupakan sebuah lembaga yang juga berperan dalam peningkatan daya saing pertanian yang sesuai dengan standar Eropa dan Internasional. Misi ter­penting dari CRA adalah untuk perlindungan tana­man dan produksi yang akan disalurkan kepada konsu­men serta menjamin kese­hatan tanaman yang akan dikonsumsi.

Namun hal me­ngejutkan dari penjelasan CRA adalah kebijakan ne­gara-negara UNI Eropa (khususnya Ita­lia) untuk mengekspor hasil pertanian yang meng­gu­nakan pest­isida kepada nega­ra-negara yang tidak mem­punyai regu­lasi yang jelas mengenai penggunaan pesti­sida non organik. Salah satu negara tujuan ekspor terse­but ada­lah Indonesia. De­ngan kata lain, Indonesia dija­dikan salah tujuan pem­buangan makanan dan hasil perta­nian yang dimi­nima­lisir mereka konsumsi atau bisa juga di­sebut ‘pem­bua­ngan’.

Saat ini kata Nofi, In­donesia tidak mempunyai regulasi yang mengatur pes­tisida dan kadar pestisida non organik yang digunakan untuk hasil pertanian. Regu­lasi dan kebijakan ini harus berintegrasi dan melibatkan minimal tiga lembaga, yaitu; Kementerian Pertanian, Ke­menterian Lingkungan Hi­dup, dan Kementerian Kese­hatan. (h/ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]