Harga Telur Melonjak, Jagung Mahal


Senin, 10 Agustus 2015 - 18:39:07 WIB
Harga Telur Melonjak, Jagung  Mahal

“Naiknya harga telur ayam ras, diduga akibat terjadinya kemarau pan­jang, panen jagung terken­dala. Harga jagung saat ini turut meningkat, naik dari Rp2.­500 per kg menjadi Rp3.600 per kg, begitu juga dengan konsentrat, “ung­kap salah seorang peternak pada sen­tra ternak Mungka, Yos Sariadi dalam perca­kapan dengan Haluan, Senin ke­marin.

Baca Juga : Penembakan di New York Tewaskan Bayi, Pria 23 Tahun Ditangkap

Selain itu, populasi ayam ras petelur di Ka­bupaten Limapuluh Kota, utamanya di kawasan sentra ternak Mungka, cendrung menu­run. Para peternak terlambat menyiapkan po­pulasi, ka­rena harga pakan mahal. Hal itu sebagai salah satu penye­bab anjloknya produksi te­lur, yang ber­dam­pak pada naiknya har­ga.

Menurut dia, saat ini har­ga telur ditingkat pe­ternak sudah mencapai Rp1.­110 per butir. Dijual pe­dagang di­warung Rp1400 hingga Rp1.500 perbutir. Jauh me­ningkat diban­ding­kan dengan se­bel­um puasa Ramadan lalu yang hanya mencapai Rp­80­0 per butir ditingk­at pe­ternak. Sehingga ke­un­tu­ngan yang diraih para peter­nak waktu itu sangat tipis.

Baca Juga : Netanyahu Terkejut, Tentara Israel Bakar Diri karena Trauma Perang

Sementara itu, pe­da­gang telur pasar Ibuh, Itin Kadai, mengaku menjual telur ayam ras eceran Rp1.400 per butir. Walau begitu tidak menyurutkan minat kon­sumen untuk membeli telur sehingga permintaan telur untuk konsumsi masyarakat tetap tinggi. “Walau harga cukup tinggi, namun per­mintaan telur masih stabil,” ung­kapnya.

Beberapa pe­ngu­saha ayam ras petelur mengakui, me­ningkatnya harga telur akhir-akhir ini, disebabkan tingginya harga pa­kan yang mereka beli. Sedangkan pakan ayam tersebut, harus selalu tersedia. Mau tidak mau harus dibeli untuk ke­lang­sungan produksi ayam, jelas mereka.

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Saudi Wajibkan Vaksinasi Covid-19 untuk Jamaah Dua Masjid Suci

Dikatakan, tak hanya pakan hasil produksi pab­rik yang mengalami ke­naikan, tetapi harga jagung dan ikan kering untuk cam­puran makan ayam buras turut naik. “Hampir selu­ruh cam­puran untuk ma­kan ayam naik, sehingga kami ditingkat pe­ngusaha ter­paksa menaikkan harga telur supaya tidak merugi,” jelas­nya.

Kepala Dinas Peter­na­kan Limapuluh Kota, Pri­yadi Budiman melalui Ka­bid Pengelola Sumber Da­ya, Ir.Sasrawati yang dikon­firmasi menyebutkan, pe­nye­bab naiknya harga telur akibat tingginya harga pa­kan. Lagipula populasi ter­nak unggas ayam petelur menurun tajam. Tahun 20­14 populasi mencapai 4.89­5914 ekor.

Baca Juga : Bertemu AS, Netanyahu Sebut Pemerintah Iran Sebagai Rezim Fanatik

Namun tahun 2015 ini diprediksi populasi ternak ayam ras turun 50 persen. Prediksi itu katanya ber­dasarkan petugas lapa­ngan, akibatnya sudah ba­nyak kan­dang peternak ayam yang kosong. Jadi jumlah ternak ayam ras petelur ta­hun ini diper­kirakan tersisa 2.500 ekor saja, dampak harga pakan yang terus mening­kat, ulasnya. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]