DPR Curiga Permainan Mafia Sapi


Senin, 10 Agustus 2015 - 19:08:51 WIB
DPR Curiga Permainan Mafia Sapi

Heri mengatakan saat ini sedang dilakukan pem­batasan impor sapi. Hal itu menjadi wujud konkret per­wujudan kedaulatan pa­ngan. Pada kwartal III-2015, kata Heri, izin impor sapi yang sekarang ada di Kemendag hanya 50 ribu ekor. Angka itu menurun drastis dari kwartal se­be­lumnya yang mencapai 270 ribu ekor.

Baca Juga : PKS Kota Batam Targetkan Perolehan Kursi Dua Kali Lipat di Pemilu 2024

“Pembatasan impor ter­sebut membuat mafia sapi dan eksportir luar menjadi was-was. Mereka terpukul karena akan kehilangan potensi omset triliunan rupiah,” kata Politikus Ge­rindra itu.

Ia menduga, mafia sapi berupaya melakukan reka­yasa agar pemerintah tetap impor. Sinyalemen reka­yasa itu makin kuat. Mafia-mafia itu sedang berusaha memainkan harga hingga mencapai angka tertinggi seperti sekarang.

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

“Secara sengaja mereka mendistorsi pasokan. Tar­get­nya jelas yakni men­ciptakan situasi yang seo­lah-olah situasi makin kri­tis, dan kemudian memaksa Kemendag melakukan in­ter­vensi radikal impor,” ujarnya.

Heri mengungkapkan rekayasa mafia terstruktur. Modusnya mulai dari me­mainkan harga beli sapi di peternak serendah mung­kin, hanya berkisar Rp25 - 30 ribu per kilo dan memo­tong sapi betina bunting untuk dijual di pasar. Peter­nak sapi tidak punya pili­han sama sekali selain men­jual sapi mereka dengan harga murah.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

“Lebih-lebih di saat mu­sim kemarau seperti seka­rang, di mana pakan ternak sulit didapat. Kenyataan di lapangan harga sapi di bebe­rapa daerah masih murah bahkan peternak masih kesulitan jual sapi di pasar,” katanya.

Ia pun meminta Ke­men­terian Perdagangan lebih proaktif dan segera melakukan intervensi harga dengan menetapkan harga eceran tertinggi serta harga khusus terutama menjelang Idul Adha.

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

Selain itu,katanya, Ke­mendag harus lebih pro aktif berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan institusi terkait seperti Bu­log untuk menjaga stabilitas pasokan dan pengamanan distribusi.

“Jangan sampai pe­ter­nak-peternak itu terus men­jual sapinya ke lingkaran mafia. Harus dipastikan juga sebisa mungkin pe­ternak tidak menjual daging sapi dalam bentuk gelon­dongan kepada tengkulak. Tapi, dalam bentuk karkas (daging segar) secara lang­sung ke pasar,” imbuhnya. (h/trn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]