Selamatkan Nasib Ratusan Mahasiswa dan Wisudawan STAI SNI


Senin, 10 Agustus 2015 - 19:11:06 WIB
Selamatkan Nasib Ratusan Mahasiswa dan Wisudawan STAI SNI

Dalam praktiknya tidak semua lembaga perguruan tinggi swasta (PTS) terkelola dengan baik sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Ada yang disebabkan karena keterbatasan biaya, sumber daya manusia, dukungan masyarakat hingga melencengnya tujuan pengelola atau pihak yayasan dari cita-cita mulia penyelenggaraan pendidikan. Bahkan sering dikeluhkan adanya pihak yayasan yang menjadikan lembaga pendidikan sebagai ajang bisnis, sedangklan kualitas tidak lagi menjadi perhatian.

Baca Juga : Antisipasi Arus Balik Lebaran, Polda Metro Siapkan 12 Titik Pos Pemeriksaan

Jika hal itu yang terjadi, tentu saja yang paling dirugikan adalah mahasiswanya. Mereka dan orang tuanya ternyata salah alamat menumpangkan harapan dan masa depan melalui perguruan tinggi yang berada di bawah yayasan tersebut. Bukan ilmu dan kete­rampilan yang mereka dapatkan, malah kekecewaan dan selembar kertas ijazah yang ternyata tidak mendapat mengakuan dari dunia kerja atau pun lembaga pendidikan lanjutan.

Tentu saja mereka rugi besar. Mereka telah berkorban waktu empat-lima tahun dan biaya sekian besar, tapi ternyata ijazah yang telah mereka dapatkan sebagai syarat formal memasuki dunia kerja dan melanjutkan pendidikan ternyata tidak mendapatkan pengakuan.  Perguruan tinggi swasta yang demikian mesti cepat mendapat perhatian serius dari Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis). Jika tidak, tentu nasib ratusan atau ribuan mahasiswa yang menimba pendidikan di perguruan tinggi itu yang terancam.

Baca Juga : Satu Korban Luka Kebakaran Pertamina Balongan Meninggal, Total Jadi Empat Orang

Hal di atas kiranya tengah menimpa mahasiswa dan wisudawan Sekolah Tinggi Agama Islam Solok Nan Indah (STAI SNI) di Solok. Sebanyak 371 lulusan yang telah diwisuda 30 Juli 2015 lalu, terancam tidak menerima ijazah dan transkip nilai, karena Ketua STAI SNI  Drs Muharizal MSi tidak mau membubuhkan tanda tangannya di iajazah mereka. Pasalnya Muharizal sudah diberhentikan oleh Ketua Yayasan  STAI SNI sebagai ketua sejak 4 Agustus 2015.

Nasib puluhan mahasiswa calon penerima beasiswa juga terancam, karena Muharizal juga tidak mau menandatangani surat usulan beasiswa. Muharizal beralasan dia telah diberhentikan sebagai ketua, sehingga tidak berhak lagi menandatangani surat menyurat di kampus. Dia takut melanggar hukum dan ketentuan yang berlaku, karena itu dia tidak mau menandatangani surat-surat.  Tidak sedikit pihak yang bersuara miring, dan menyatakan kampus STAIN SNI tidak ada kemajuan, karena pihak yayasan lebih mementingkan uang masuk ketimbang memperbaiki atau membenahi kualitas kampus.

Berbagai persoalan yang melanda kampus STAI SNI berujung aksi unjuk rasa mahasiswa dan alumni perguruan tinggi tersebut.  Pendemo menuntut pembubaran Yayasan Pembangunan dan Pengembangan Pendidikan Solok Nan Indah. Pengunjuk rasa juga menyatakan STAI SNI selama ini telah dijadikan sapi perahan pihak tertentu.

Setiap pelaksanaan wisuda dan penerimaan mahsiswa baru selalu ada gejolak yang berakhir dengan pemecatan ketua. Akibatnya, STAI SNI selalu dirun­dung masalah dan tak pernah bisa maju. Setiap terjadi gejolak yang diduga sebagai penyebab adalah pihak yayasan. Tentu saja civitas akademika STA SNI berharap konflik di PTS ini cepat berlalu. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]