Masyarakat Koto Anau Datangi DPRD


Senin, 10 Agustus 2015 - 19:16:00 WIB
Masyarakat Koto Anau Datangi DPRD

Menurut Rusdi (45) salah seorang perwakilan masyarakat Jorong Air Ha­ngat, warga datang untuk meminta kea­dilan dan per­lindungan hukum, karena merasa te­lah dizalimi oleh orang yang mengaku pe­milik la­han pemandian air hangat, yakni Hajjah Nurlela.

Baca Juga : Perdagangan Miras, Pemkab Solsel Telah Melarang Secara Aturan

Menurut Rusdi, lokasi pemandian air hangat sejak dulunya adalah milik ber­sama dan seluruh masya­rakat sekitar mendapat pem­­­bagian air, baik untuk mandi dan juga untuk ke­perluan lain, seperti men­cuci piring dan untuk sawah.

“Namun sejak beberapa tah­un terakhir, Hajjah Nur­lela sudah memonopoli semua lahan air hangat, dengan mema­gar dan me­mungut karcis masuk  un­tuk keluarga Hajjah Nur­lela,” tutur Rusdi.

Baca Juga : Sumbar Bakal Konsumsi Produk Organik Nutrisi Alami Laa Roiba

Padahal dari dulu di lokasi pemandian air ha­ngat itu tidak pernah di­pungut biaya baik untuk pengunjung dari luar atau putra daerah Air Hangat sendiri.

Dua hari habis lebaran Idul Fitri lalu yakni Sabtu tanggal 19 Juli 2015, puluhan putra daerah yang pulang dari ran­tau karena dipungut karcis ma­suk, tidak terima. Me­reka melakukan peru­sakan di lo­kasi pe­mandian air panas.

Baca Juga : Selama Bertugas Jadi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Tak Ingin ASN Pemprov Terlibat Kasus Hukum

Akibat kejadian ter­se­but, Hajjah Nurlela selaku pengelola lahan, mela­por­kan kejadian itu ke Polres Arosuka. Namun yang men­­­­dapat surat panggilan polisi bukan mereka yang ikut melakukan peru­sakan, karena tidak menge­tahui kejadian yang sebe­nar­nya, melainkan orang-orang yang tidak berbuat, ter­masuk mereka yang ma­sih di bawah umur.

Terkait itu, Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, seusai menerima perwakilan ma­syarakat Koto Anau, lang­sung membawa perwakilan rombongan tersebut  ke Mapolres Arosuka, untuk menemui Kasat Reskrim, Budi Satria dengan di­dam­pingi Kasat Intel, So­medya. Menurut Jon Pandu, pihak­nya bersama warga telah sepakat untuk meredam masalah air hangat dan membicarakan hal ini de­ngan Kasat Reserse.

Baca Juga : Isi Galeri di Pekanbaru, Disperindag dan UKM Pariaman Siapkan 100 Kodi Mukena Tiap Bulan

Sementara terkait keda­tangannya ke Mapolres mem­­­­bawa perwakilan ma­syarakat, adalah  untuk me­mastikan dan meng­klarifikasi bahwa mereka yang mendapat su­rat pang­gilan bukanlah me­reka yang melakukan aksi pe­rusa­kan di lokasi Pe­man­dian Air Ha­ngat. ”Ren­cananya, Ra­bu besok 8 orang ma­sya­rakat Air Ha­ngat akan di­panggil ke DPRD, ” tutur Jon Firman Pandu. (h/ndi)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]