Perompak Selat Malaka Sikat Kapal Singapura


Senin, 10 Agustus 2015 - 19:18:01 WIB
Perompak Selat Malaka Sikat Kapal Singapura

Sukses menguras minyak mentah, sebanyak delapan orang anak buah kapal (ABK) kapal MT Joquim ditelantarkan begi­tu saja. Kapal tersebut ditemu­kan kandas di perairan sebelah utara Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Baca Juga : Grand Launching COE Pariaman Festival 2021 Dihelat di Pekanbaru

"Yang jadi korban adalah kapal berbendera Singapura. Ketika itu, kapal tengah berlayar dari OPL Timur Sabah, Malay­sia, menuju Pulau Langkawi," ungkap Ko­mandan Pangkalan TNI AL Dumai, Kolonel Laut (P) Avianto Roswirawan, Senin (10/8).

Danlanal menjelaskan, aksi perompak terjadi Sabtu (8/8) sekira pukul 20.00 WIB. Ketika itu, kapal MT Joaquim berada di posisi 02'34.00 LU 101'26.20 BT.

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Sumbar Butuh Kepedulian Semua Elemen

Aksi bajak laut itu baru dike­tahui pihak agen kapal, setelah pihak perusahaan kehilangan kontak dengan kapal, sekitar pukul 21.30 WIB. Oleh pihak perusahaan, kejadian itu pun dilaporkan ke otoritas Malaysia.

Sementara itu, tambah Dan­lanal Dumai, pihaknya baru mengetahui informasi perom­pakan itu pada Minggu (9/8) sekitar pukul 08.00 WIB. "Saya langsung perintahkan Pasintel Lanal Dumai menggunakan Pat­kamla Combat mencari dan menyisir indikasi dan dugaan larinya kapal perompak ke wila­yah perairan kita," katanya.

Baca Juga : Emersia Water Park Siap Ramaikan Pariwisata Tanah Datar

Sementara itu, pihak Malay­sia baru menerima laporan pada pukul 08.40 WIB dan langsung melaksanakan pencarian dengan menggunakan pesawat udara maritim Bombardier CL 415 milik Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

"Kapal itu akhirnya kita temukan dalam posisi sudah lego jangkar pada posisi 02 03 00 LU 101 59 39 BT, tepatnya di perai­ran sebelah Utara Pulau Rupat Indonesia, sekitar pukul 15.45 WIB," terangnya.

Baca Juga : Berkunjung ke Solo tak Afdal Kalau Belum...

Kapal Pancung

Dari keterangan para ABK, para perompak diperkirakan berjumlah 19 orang. Mereka mendatangi kapal tanker MT Joquim dengan menggunakan kapal pancung dan langsung naik ke anjungan.

"Lima dari gerombolan pe­rom­pak naik ke anjungan, tiga di antaranya membawa pistol, satu embawa kampak dan yang lain­nya menggunakan parang. Seba­gian dari mereka bertutup kepala dan ada juga yang tidak pakai," kata Danlanal Dumai.

Sementara itu, pelaku lain­nya berjumlah sembilan orang menyerbu masuk ruang ABK, ruang mesin dan gudang. Sedang­kan yang lainnya sebanyak lima orang berjaga-jaga di dek kapal. Setelah dilumpuhkan, para ABK kemudian diikat di anjungan kapal.

Dalam peristiwa itu, seorang ABK mengalami luka berat akibat disiksa perompak. ABK tersebut diketahui bernama Yun, warga Singapura. Korban sudah dievakuasi menggunakan heli­kopter milik APMM Malaysia.

Menurut Danlanal, motif perompakan adalah untuk me­nguras habis muatan minyak mentah LCO. Saat beraksi, pe­rom­pak memerintahkan kapten kapal menggerakkan kapal ke posisi yang sudah ditentukan sambil berbicara menggunakan radio memanggil kapal lain. Se­sampainya di tempat yang dituju, ternyata sudah ada kapal tanker lain yang sudah me­nunggu.

"Kapal lain itu kemudian merapat ke kapal MT Joaquim dan sambil tetap jalan dengan kecepatan sekitar lima knot, langsung menguras isi muatan kapal MT Joaquim," tambah Kolonel Laut Avianto.

Pemindahan minyak mentah itu berlangsung cukup lama hingga sekitar pukul 06.30 WIB pada Minggu (9/8) pagi. Setelah pemindahan selesai, seluruh ABK diikat dan dimasukkan ke dalam satu ruangan kontrol. Para ABK tidak mengetahui kebera­daan mereka karena para pe­rompak mengecat kaca jendela ruangan itu dengan warna hitam.

"Pada pukul 07.15 WIB kapal perompak melepaskan diri de­ngan cara memutus tali-tali dan meninggalkan MT Joaquim da­lam posisi lego jangkar. Sebelum meninggalkan kapal, para pe­rom­pak sempat merusak mesin dan perlengkapan sehingga ka­pal tidak berfungsi," katanya.

Hingga Senin petang ke­marin, kapal MT Joaquim kini masih dalam proses pengawalan TNI Lanal Dumai menuju pela­buhan Kota Dumai untuk di­proses secara intensif.

Kapal Milik WNI

Ditambahkan Avianto Ros­wi­rawan, pihaknya sudah me­ngan­tongi identitas kapal yang digunakan pelaku. Diduga kuat kapal perompak milik WNI.

Sesuai pengakuan Khairul, salah seorang ABK kapal MT Joquim, ia sempat melihat de­ngan jelas nama kapal yang tertulis di lambung kapal perom­pak. Menurutnya, kapal tanker yang digunakan perompak untuk menguras muatan MT Joaquim, adalah MT Kharisma 9. "Kita masih terus telusuri keberadaan kapal itu," ujarnya lagi.

Dari Polda Riau, Kabid Hu­mas AKBP Guntur Aryo Tejo, juga mengakui pihaknya telah menerima laporan aksi perom­pakan tersebut. Dikatakan, dela­pan orang ABK kapal, tujuh di antaranya adalah WNI. Mereka adalah Nosu Jhon Dumendehe (58) nahkoda, warga Sangir, Sulawesi Utara. Sedangkan enam orang ABK bernama Saiful Ari­pin (35) warga Flores, Tiban Sekupang, Nusa Tenggara Ti­mur, Parma Sembiring (32) dan Aman Girsang (58) asal Medan, keduanya warga asal Medan, Sumatera Utara. Selanjutnya, Kairul Aman (40) asal Gresik, Jawa Timur, dan Budi Santoso (30) warga asal Sulawesi Selatan. Serta satu orang petugas Kargo bernama Sem

Namun ada perbedaan ter­kait jumlah muatan kapal. Sum­ber di Polda Riau menyebutkan total minyak mentah di Kapal MT Joaquim mencapai 3.500 metrix ton. Dalam aksinya, perompak merusak mesin kapal, dan sistem navigasinya. Walhasil kapal tidak dapat bergerak, hanya terombang-ambing lautan Selat Malaka.

Menurut Guntur, setelah mendapatkan informasi lebih lanjut dari Direktur Pol Air (Dir Polair) Polda Riau, Kombes Pol Deny Pudjianto, ada kemung­kinan aksi perompakan tersebut terjadi di perairan Malaysia. Kapal tangker tersebut bergerak dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menuju Langkawi, Malaysia.

"Dugaan sementara itu TKP (Tempat Kejadian Perkara,red) terjadi di Malaysia. Karena ada helikopter Malaysia membantu awak kapal dijemput dibawa ke Malaysia," jelasnya. (hr)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]