371 Wisudawan Terancam tak Terima Ijazah


Senin, 10 Agustus 2015 - 19:20:41 WIB

“Setiap ada wisuda dan setiap ada penerimaan maha­siswa baru selalu ada gejolak yang berakhir dengan peme­catan ketua. Akibatnya, STAI SNI selalu dirundung masalah dan tak pernah bisa maju. Dan setiap ada gejolak yang menjadi biang keladi selalu pihak yayasan,” ujar Riki Arisandi.

Lebih jauh Riki me­ngung­kapkan, gejolak STAI hari ini sangat merugikan mahasiswa dan alumni. 371 alumni yang baru saja diwi­suda 30 Juli kemarin teran­cam tak menerima ijazah, karena ketua yang baru saja dipecat pihak yayasan tak mau menandatangani ijazah tersebut.

Tidak hanya itu, kata Riki, 45 mahsiswa yang akan menerima beasiswa dari Kementerian Agama juga terancam tak jadi mendapat bantuan biaya pendidikan, itu juga karena Ketua STAI tak mau membubuhkan tan­datangan.

“Inilah akibatnya kalau yayasan menjadikan lem­baga pendidikan sebagai sumber pendapatan. Mereka tau mau berpikir untuk me­ma­jukan dunia pendidikan. Mereka hanya menjadikan lembaga pendidikan sebagai lahan bisnis,” kata Riki.

Sementara itu, Ketua STAI YP3 SNI, Muharizal, membenarkan kalau ia tidak mau menandatangani ijazah alumni STAI yang baru saja diwisuda pada tanggal 30 Juli kemarin. Alasannya, ia tak lagi memiliki kewena­ngan untuk itu. Dan ia juga mengaku tak memiliki kebe­ranian untuk menan­data­ngani persetujuan pembe­rian beasiswa.

“Saya sudah dipecat de­ngan alasan telah melanggar komitmen terhitung sejak tanggal 6 Agustus kemarin. Jadi, hari ini saya tak berwenang lagi menan­data­ngani ijazah dan persetujuan pemberian beasiswa,” kata Muharizal.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembaharuan Pe­ngem­bangan Pendidikan Solok Nan Indah (YP3SNI) Yuresman, terpisah men­jelaskan, pemberhentian Ketua Sekolah Tinggi Aga­ma Islam Solok Nan Indah (STAI SNI) Drs. Muharizal, Msi sudah final dan sesuai ketentuan yayasan karena yang bersangkutan kurang sejalan dengan kehendak pengurus.

“Ya, benar surat pem­berhentian itu saya yang mengeluarkan dan tanda­tangan itu asli bukan saduran dan rekayasa karena dirinya menerima laporan dari pe­ngurus lainnya tentang tin­dak-tanduk Ketua STAI dalam 6 bulan terkahir ini,” jelas Yuresman menjawab Haluan melalui telepon selulernya dari Jakarta Se­nin (10/8).

Pemberhentian itu, kata Yuresman, bukan hanya ma­salah keuangan tapi ada masalah lain yang tidak etis disampaikan di depan pu­blik. “Nantilah saya akan sampaikan sesuai data-data yang dimiliki,” lanjutnya.

Namun Yuresman meno­lak disebutkan pem­berhen­tian itu karena tidak maunya Ketua STAI dan dosen lainnya menstransfer dana ujian skirpsi mahasiswa dan dana wisuda sesuai ke­inginan Yuresman. (h/eri/alf/hel)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]