4 Tahanan Polsek Pulau Punjung Kabur


Senin, 10 Agustus 2015 - 19:22:49 WIB
4 Tahanan Polsek Pulau Punjung Kabur

Pagi harinya tidak seper­ti biasa, Polisi berpakaian lengkap dengan menyan­dang senjata laras panjang sudah berjaga-jaga di jalan lintas Sumatera (Jalinsum), mobil-mobil yang lewat diperiksa petugas untuk menjaga kalau kalau ta­hanan yang melarikan diri tersebut ada di atas mobil yang melintas di Jalinsum.

Baca Juga : Duet Nan Tuo dan Nan Mudo Pimpin Limapuluh Kota Lima Tahun ke Depan

Waka Polres Dhar­mas­ra­ya Kompol Zufrinaldi kepada Haluan membe­narkan empat tahanan itu melarikan diri dengan cara memotong jeruji besi sel.

"Benar empat tahanan itu melarikan diri dengan cara memotong besi sel menggunakan gergaji besi," ujarnya.

Baca Juga : Rakor Kada di Sumbar, Gubernur Apresiasi Daerah dengan Capaian Vaksinasi 100 Persen

Ia menjelaskan, keempat tahanan itu adalah Antoni (29) warga Jorong Koto Lamo, Nagari Sungai Kambut dengan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan Tomi Anggaria (27) warga Jorong Sungai Kam­but, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung tin­dak pidana pencurian.

Sedangkan dua tersangka lainnya merupakan kasus uang palsu, yakni Komang Sugiarto (33) warga Desa Pugung Keca­matan Kampung Udik, Kabu­paten Lampung Timur, Provinsi Lampung, dan Solehan (29) warga RT 026 RW 006 Desa Sidorejo, Kecamatan Kampung Udik, Kabupaten Lampung Ti­mur, Provinsi Lampung.

Baca Juga : Eka Putra-Richi Aprian Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar, Siapa Mereka?

Para tahanan tersebut kata­nya, menggergaji sel kecil, kemu­dian menggergaji jeruji tempat tahanan berjemur sebanyak tiga buah besi. Kemudian barulah keempat tahanan tersebut mela­rikan diri dan paginya dilihat oleh petugas piket, tidak satupun tahanan berada dalam sel ta­hanan. Ternyata jeruji besi sel sudah dijebol.

Menurut dia, peristiwa ter­sebut diketahui sekitar pukul 06.45 WIB oleh petugas Regu A SPKT Polsek Pulau Punjung Aiptu Abdul Rahman saat me­ngecek tahanan dan dilihat dari luar pintu sel ternyata empat orang tahanan tersebut sudah tidak ada lagi.

Baca Juga : 100 Hari Pertama, Hal Ini jadi Perhatian Utama Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar Eka Putra-Richi Aprian

Selanjutnya, setelah petugas melakukan pemeriksaan dite­mui jeruji besi tahanan sudah dalam keadaan terpotong.

"Pada saat itu petugas jaga ada empat personel di antaranya Aiptu Abdul Rahman, Bripka Edi Bakti, Briptu Hindra dan Bripka Sahroni tengah dinas luar," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah mengetahui kejadian tersebut petugas piket langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolres Dharmasaraya.

"Setelah mendapat laporan para perwira dan anggota Ma­polres langsung meluncur dan menyebar untuk melakukan pencarian," katanya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Polisi sempat berhasil menemukan buruannya yang tengah melakukan pelarian, namun gagal mengamankan ka­rena polisi kalah cepat dengan penjahat tersebut. Alhasil buruan Polisi berhasil menghilang.

Sulitnya kondisi medan yang semak, rawa-rawa serta sungai menjadi penghalang terhadap pengejaran.  Sementara itu, belum diketa­hui dari mana para tahanan itu mendapatkan gergaji  untuk menjebol jeruji besi.

Pengedar Uang Palsu

Dua dari empat tahanan di­duga pengedar uang palsu. Ke­duanya ditangkap jajaran Polres Dharmasraya, Sabtu 6 Juni 2015 lalu di Jorong Sungai Nili, Kena­garian Sungai Kambut, Keca­matan Pulau Punjung. Bersama tersangka Polisi mengamankan berbagai barang bukti (BB).

Kapolres Dharmasraya, AKBP.Bondan Witjak­sono,SH, SIK,MM didampingi Kasat Res­krim AKP.Lazuardi, kepada Haluan, setelah penangkapan mengatakan, pengedaran uang palsu itu diketahui ber-dasarkan laporan dari Hendrianto kepada Polisi dengan LP/44/VI/2015/tanggal 20 Juni 2015.

Sekitar pukul 22.00 WIB, dua orang diketahui mengedar­kan uang palsu.  Ter­sangka Sole­han membeli rokok di warung Hen­drianto dengan menggu­nakan uang Rp 10 ribu. Tetapi se­telah diterawang dan diraba oleh kor­ban, uang tersebut didu­ga palsu. Korban mem­beritahu anggota Polisi, kemu­dian pelaku digiring ke Ma­polsek Pulau Punjung untuk dilakukan pemeriksaan.

Modus operandinya kata Bondan, berangkat dari Lam­pung, pelaku menggunakan mo­bil Avanza, kemudian mulai dari Sijunjung ia berbelanja berbagai kebutuhan seperti rokok, minyak makan, gula dan lainnya dengan menggunakan uang palsu, se­mentara mereka menerima pe­ngembalian uang asli.

Rencananya barang-barang yang dibeli tersebut akan dijual kembali, namun belum sampai rencananya itu, pelaku keburu ditangkap.

Dalam pemeriksaan, dari tangan pelaku disita barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 86 lembar, rokok Gudang Garam sebanyak 32 bungkus, Dunhil 6 bungkus, Clas Mild 1bungkus, Sampoerna 1 bungkus, gula ½ kilogram, minyak goreng satu bungkus dan petasan, uang asli Rp 100 ribu 2 lembar, uang asli pecahan Rp 50 ribu 60 lembar. Uang pecahan Rp 20 ribu 37 lembar, uang pecahan Rp 10 ribu 66 lembar, uang pecahan Rp 5 ribu sebanyak 68 lembar, uang pecahan Rp 2 ribu 56 lembar dan uang pecahan Rp1000 sebanyak 34 lembar.

Barang bukti lainnya yang disita adalah 1 unit mobil Avanza dengan no Polisi BE 2357 CK.  (tim)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]