Produksi Gabah Kering Diperkirakan Turun


Rabu, 12 Agustus 2015 - 18:56:44 WIB
Produksi Gabah Kering Diperkirakan Turun

“Turun sedikit dibanding tahun lalu dengan total kapa­sitas panen dari periode yang sama mencapai 4,7 ton per hektar. Ini terjadi akibat rentannya tanaman padi terserang hama penyakit pada saat musim kering ini,”katanya.

Baca Juga : Perawat Florida Terancam Bui 5 Tahun, Usai Ancam Bunuh Kamala Harris

Akan tetapi sebut Henny, hal itu belum mengganggu kebutuhan pangan masya­rakat Sawahlunto, karena surplus beras yang tercapai tahun lalu sampai saat ini masih mampu diperta­han­kan dan tetap stabil sampai akhir tahun nanti.akan tetapi penurunan tersebut telah memicu kenaikan harga gabah kering ditingkat pe­tani lokal.

“Menjaga ketersediaan pengairan persawahan sela­ma kemarau, pihaknya telah menyiapkan beberapa lang­kah strategis, diantaranya pencarian sumber air baru dekat areal sawah yang tidak dialiri irigasi , pembangunan embung dan dam parit serta perbaikan dan rehab saluran irigasi”sebutnya.

Baca Juga : Ikuti Langkah AS, Giliran Ceko Usir 18 Diplomat Rusia

Dana yang dipakai untuk langkah langkah itu jelas Henny, merupakan bantuan pemerintah pusat, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dengan membantu petani tadah hujan, agar tetap bisa meningkatkan hasil panennya dengan opti­mal. Tercatat 800 hektar areal persawahan di Sawahlunto adalah lahan tadah hujan. Sementara yang telah ter­aliri irigasi sekitar 700 hektar.

“Saat ini kita melakukan pemetaan ketersediaan sum­ber sumber air pada lahan yang ada, sehingga keter­sediaan air pada saat musim tanam berikutnya tetap terja­ga kendati pada musim kemarau,”tambahnya. (h/mg-rki)

Baca Juga : Sempat Mengaku Capai Herd Immunity, India Kini Diterjang 'Tsunami' COVID-19

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]