Kecelakaan Lalin Angkutan Jalan Kelalaian Sopir


Rabu, 12 Agustus 2015 - 19:03:09 WIB
Kecelakaan Lalin Angkutan Jalan Kelalaian Sopir

Amran mencatat khusus untuk kecelakaan lalulintas angkutan jalan di Sumbar tahun 2014 telah terjadi 2.336 kasus kecelakaan. Dalam kasus ter­sebut korban meninggal dunia 530 orang, luka berat 1.103, luka ringan 3.022, serta kerugian materil mencapai Rp7,4 miliar.

Baca Juga : Pasar Murah di Padang, Banyak Diskon yang Ditawarkan

“Ini menandakan bahwa di Sum­bar angka kecelakaan lalulintas masih cukup tinggi. Juga terindikasi masih rendahnya pelayanan ang­ku­tan. Ka­rena dari jumlah kecelakaan tersebut termasuk di dalamnya ke­ter­libatan angkutan umun,” ujarnya.

Dikatakannya, berdasarkan ana­lisa dari Dit Lantas sekitar 92,9 persen penyebab kecelakaan lalu­lintas adalah faktor manusianya. “Oleh karena itu, program pemilihan awak kendaraan umum teladan yang dilaksanakan ini merupakan salah satu usaha untuk mendorong para pengemudi angkutan umum lebih profesional dan bersopan santun dalam berlalu lintas,” harapnya.

Baca Juga : Malamang, Tradisi Unik Jelang Ramadan di Padang

Amran melihat, awak angkutan kurang belajar kepada kasus-kasus kecelakaan yang terjadi. Seyokyanya kecelakaan yang terjadi bisa diambil hikmahnya oleh awak angkutan, se­hingga tidak terjadi lagi ke depan. “Masih segar diingatan kita ter­bakarnya PO Family Raya di Siur Sungai Lansek, Kabupaten Sijunjung, yang men­ye­babkan tujuh orang tewas terpanggang. Kecelakaan mobil angkutan pe­num­pang di Kayu Ta­nam, Kabupaten Pa­dang Pariaman, yang menyebabkan delapan orang tewas di tempat,” papar Amran.

Sementara Ketua Organda Sum­bar, Sengaja Budi Syukur dalam sam­butan­nya menyampaikan, awak ang­kutan umum adalah profesi yang mulia. Di awak tersebutlah harapan penumpang ditompangkan agar diantarkan hingga ke tujuan. Namun, awak angkutan umum masih belum bisa tampil pro­fesional dalam men­jalankan profesi.

Baca Juga : Kembangkan Bakat Remaja, Rabbani Sport Center Hadir di Padang

“Untuk itu, melalui Akut ini awak angkutan bisa menjadi pelopor kes­e­la­matan berlalu lintas. Profesional dalam bekerja, karena di Sumbar sendiri profesi ini cukup banyak peluangnya. Karena pengembangan pariwisata kita membutuhkan awak angkutan untuk mengantarkan wisa­tawan dari objek wisata ke objek wisata yang lainnya,” ujar Sengaja Budi Syukur. Ia me­nekankan, ke­giat­an yang digelar Dishub tersebut bisa me­ning­katkan kualitas awak ang­kutan. Bagi pemenang harus bisa mengaflikasikan ilmu yang didapat di lapangan.

Pemenang Akut tahun 2015 un­tuk juara 1 adalah Bustanil SAg dari Kota Padang, sopir Taksi Ekpres, juara 2 yakni Saiful Anwar SE dari Sawahlunto, sopir Kopasan dan juara 3 diraih Ardianto dari Kota Padang, sopir taksi Blue Bird. (h/ows)

Baca Juga : Pedagang 'Bunga Rampai' Musiman di Padang Menjamur

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]