Ekspektasi Masyarakat Setelah Reshuffle Kabinet


Rabu, 12 Agustus 2015 - 19:17:49 WIB
Ekspektasi Masyarakat Setelah Reshuffle Kabinet

Anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, menyebutkan, Presiden memutuskan merombak kabinet karena ingin memiliki menteri-menteri yang berpengalaman mengatasi krisis. Presiden juga me­nginginkan konsolidasi di pemerintahan untuk bisa mempercepat kerja kabinet. Menurut Teten  Aspek profesionalitas dan integritas menjadi patokan untuk masuk kabinet kabinet Jokowi.

Baca Juga : Elektabilitas Capres Oposisi, Gatot & Rocky Gerung Tertinggi

Selain itu, aspek ekonomi juga jadi pertimbangan kuat. Jokowi ingin para pembantu yang bisa dengan cepat menangani krisis. Aspek yang lain yang khusus dalam respons peristiwa terakhir terutama masalah ekonomi, yang punya pengalaman menangani krisis. Karena kemampuan menteri seperti itulah yang dibutuhkan masyarakat.

Pengamat politik Universitas Paramadina yang juga peneliti KedaiKOPI, Hendri Satrio, mengatakan reshuffle kabinet oleh Presiden Jokowi telah mem­pertimbangkan masukan dari banyak pihak termasuk Wapres dan ketua parpol pengusung. Terutama dengan masih bertahannya Sofyan Djalil dan masuknya nama Pramono Anung serta Luhut Binsar Pandjaitan. Sementara Thomas Lembong merupakan orang dekat Jokowi serta nama Rizal Ramli yang juga pernah menjadi menteri di era Magawati dan dianggap sebagi sosok yang mampu melakukan terobosan saat krisis.

Baca Juga : THR Pekerja Wajib Dibayar H-7 Lebaran

Setelah reshuffle kabinet, publik berharap kinerja pemerintahan Jokowi segera berubah dan meningkat, setelah 10 bulan rakyat selalu menunggu perbaikan yang diinginkan. Memang selama 10 bulan Jokowi-JK berkuasa, ternyata kondisi bangsa dalam berbagai dimensi mengalami kemunduran. Pertumbuhan ekonomi anjlok, nilai rupiah terperosok hingga Rp13.600 per US dolar, harga berbagai barang kebutuhan pokok melonjak, kondisi ekonomi tidak stabil dan kegaduhan politik beberapa kali terjadi.

Ekspektasi publik atas kinerja kabinet yang baru dilantik sangatlah besar. Masyarakat ingin kondisi ekonomi kembali normal, harga-harga barang kebu­tuhan pokok stabil, nilai tukar rupiah kembali menguat, Pilkada  serentak yang digelar 9 Desember 2015 dapat berjalan aman dan lancar, sehingga terpilih sosok-sosok kepala daerah berkualitas, yang memiliki kemampuan mewujudkan perubahan di masing-masing daerah.

Baca Juga : Tertarik Beasiswa LPDP, Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

Pelantikan juga dihadiri mantan presiden Megawati Soekarno Putri. Putri sulung Proklamator RI itu mengenakan kebaya melayu bernuansa merah dan putih. Selendang dan tas kecil berwarna senada menjadi penghias busana Mega yang turut berdiri berbaris di samping Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut reshuffle kabinet dilakukan agar pemerintahan mencapai hasil yang lebih baik.

Menurut JK tak ada alasan lain reshuffle kecuali pemerintah ingin mencapai hasil kinerja yang lebih baik. Secara khusus JK memberikan pesan kepada tiga menteri koordinator agar bisa melakukan koordinasi lebih baik lagi dan fokus, serta memiliki langkah-langkah program yang jelas.**

Baca Juga : Aa Umbara Tersangka, Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Plt Bupati

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]