Ketua YP3SNI Bersedia Mundur dari Jabatan


Kamis, 13 Agustus 2015 - 19:12:05 WIB
Ketua YP3SNI Bersedia Mundur dari Jabatan

Sekitar pukul 13.30 WIB, Yuresman sampai di kampus STAI setelah sebe­lumnya mengadakan jumpa pers dengan wartawan. Ma­ha­siswa sejak pukul 08.00 WIB sudah hadir di kampus melakukan orasi, sebuah spanduk berukuran 4X15 meter yang berisi ratusan tanda tangan mahasiswa dan dosen yang  isinya meminta pengurus yayasan me­ngun­durkan diri.

Baca Juga : Mubaligh: Perbanyak Taubat Selagi di Bulan Ramadhan

Awalnya, Yuresman dan Ervi Lamsuin ingin ber­dialog dengan mahasiswa dalam ruangan, namun dito­lak mahasiswa dan akhirnya bergabung tengah-tengah mahasiswa, entah bagimana tekniknya tanpa ada ko­mando, ratusan mahasiswa membentuk barisan meling­kar sehingga kedua pengu­rus inti YP3 – SNI itu ter­kepung ditengah-tengah tan­pa bisa keluar.

Dihadapan Yuresman dan Ervi Lamsuin, Ol Faizin mewakili mahasiswa me­ngajukan 3 tuntutan, yakni menolak pengangkatan Mas­ri E Elmahsyar sebagai Plt Ketua STAI, Menolak penggabungan STAI SNI ke Universitas Islam Sumatera Barat (UISB) yang juga beranung dibawah YP3SNI, Memberhentikan dan me­ngang­kat pengurus YP3SNI yang baru.

Baca Juga : Berbuka Puasa Sembari Menikmati Nuansa Tepi Bukit dengan Pemandian Air Panas Alami di Solsel

Menanggapi tuntutan mahasiswa itu, Yuresman mengakui sejak awal sudah menyampaikan ke pendiri yayasan untuk meninjau ulang pengangkatannya se­bagai ketua YP3SNI, dirinya tidak berambisi jadi Ketua YP3SNI karena kesi­bukan­nya di Jakarta. Terus terang, sejak menjabat ketua dia tidak menerima gaji. Yang halal saja tidak habis ba­ginya, mahasiswa pun ber­teriak mencemoohkan.

“Logisnya yang menjadi Ketua YP3SNI itu orang Solok, saya bukan orang Solok melainkan orang Batu Sangkar, sudah lama saya mencari kader untuk meng­gantikan posisinya tapi tidak ada,” ungkap Yuresman.

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Pesantren Ramadan Kembali Digelar Pemko Padang Panjang

Yuresman memang ti­dak banyak memberi tang­gapan dalam unjukrasa itu karena langsung dipotong mahasiswa karena maha­siswa tidak ingin ceramah. Usai memberikan tanggapan itu, mahasiswa langsung menyodorkan surat yang isinya pengunduran diri Yuresman sebagai Ketua YP3SNI dan Ervi Lamsuin sebagai Sekretaris. Cukup lama Yuresman dan Ervi berfikir dan akhirnya surat pengunduran diri itu ditan­datangi juga oleh kedua pe­ngu­rus inti YP3SNI itu setelah mendapat ultima­tum dari mahasiswa yang memberi waktu 5 menit.

Usai penandatanganan, mahasiswa sepertinya be­lum puas atas tindakan Ervi Lamsuin yang memakai ken­­daraan roda empat BA 1581 PN  tidak lagi untuk kepentingan yayasan, apa­lagi lambang YP3SNI yang ada dikaca depan dibuka sehingga terkesan milik pri­badi dan bebas dibawa ke­mana saja. Dalam hitungan 5 menit, mahasiswa me­minta Ervi Lamsuin menye­rahkan mobil dan surat-suratnya, mobil itu dibeli dari uang mahasiswa.

Baca Juga : Syuir Syam: Pembangunan Masih Jauh Tertinggal, Perlu Kolaborasi Bangun Sumbar

Ultimatum yang di­be­rikan mahasiswa akhirnya di­sang­gupi, kalau tidak ma­ha­siswa bertindak anarkis. Akhir­nya keduanya pulang dengan kawalan polisi me­nggunakan kendaraan lain. (h/alf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]