Muatan Lebihi Kapasitas, Jalan Gunung Sarik Rusak dan Berlubang


Kamis, 13 Agustus 2015 - 19:17:03 WIB
Muatan Lebihi Kapasitas, Jalan Gunung Sarik Rusak dan Berlubang

Kondisi jalan yang ber­lubang membuat truk ter­sebut bergoyang, sehingga tanah di dalam bak jatuh dan apabila pengendara yang berada di belakang tr­uk tidak hati-hati bisa ter­kena jatuhan tanah tersebut.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

Kerusakan jalan mulai dari simpang tiga Gunung Sarik hingga menuju lokasi galian tanah, yang berkisar 500 meter. Apabila panas dan debu yang di angkut truk sangat mengganggu, apalagi saat hujan jalan seperti kolam.

Rusli (55), warga Guo yang tiap hari melintasi jalur tersebut merasa tidak nya­man, karena kondisi jalan yang berlubang. Ia meng­harap­kan segera perbaikan jalan menggunakan beton, sehingga akses menuju salah satu objek wisata di ka­mpungnya, Lubuk Tam­pu­ru­ang bisa lancar.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

“Tiap hari saya melintasi jalur ini sangat tidak nya­man rasanya, karena jalan rusak dan apabila panas berdebu, ditambah kalau hujan becek, sehingga rawan kecelakaan. Kalau bisa jalan menggunakan beton, karena beratnya beban jalan,” te­rang Rusli, Kamis (13/8).

Ditambahkan Epi (31), warga yang berjualan mi­nu­man di pinggir jalan menuju lokasi tambang mengaku, telah bosan dengan keadaan tersebut. “Pasalnya percuma saja saya berkomentar, nanti juga tidak ada realisasi per­baikan jalan. Paling juga, nanti hanya ditimbun meng­gunakan tanah,” keluh Epi.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

Edi (47), seorang pe­ngu­rus Drop Out (DO) yang bertugas di lokasi pintu masuk areal galian C me­nga­takan, sehari truk yang ma­suk berkisar 200 unit de­ngan berat beban 20 sampai 25 ton. Dalam sehari, setiap truk mampu mengangkut sebanyak tiga kali trip.

“Selain PT Semen Pa­dang, ada juga kontraktor yang lain yang bekerja di lokasi tambang tersebut. Namun rinciannya saya ti­dak ingat, apalagi saat ini ditambah penimbunan ta­nah untuk jalur dua Bypass,” kata Edi.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

Sementara Kepala Seksi Ketentraman dan Ke­ter­tiban (Kasi Trantib), Ke­lu­rahan Gunung Sarik, Masril mengatakan, pihaknya tidak memiliki wewenang terkait aktivitas tambang tersebut, Namun, kondisi jalan yang rusak telah dibahas di tin­g­kat Musyawarah Peren­cana­an Pembangunan (Mus­ren­bang) tingkat kecamatan.

“Kami dan tokoh ma­sya­rakat mengharapkan pem­bangunan jalan meng­guna­kan beton, sebab jika me­ngg­u­nakan aspal tidak akan bertahan lama. Karena kon­disi beban kendaraan yang melewati jalur tersebut sa­ngat berat,” tutur Masril. (h/mg-jef)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]