Dua Jam Menanti Kehadiran Walikota


Kamis, 13 Agustus 2015 - 19:17:56 WIB

Setelah menunggu hi­ngga pukul 11.00 WIB, wali­kota tak kunjung datang ke kantornya. Dari informasi yang beredar pada saat itu, walikota sedang ada agenda di salah satu kampus swasta di Kota Padang. Sambil menunggu walikota datang, rombongan FMM terus me­m­prediksikan jika walikota tidak mau bertemu dengan FMM, maka kemungkinan besar demo dengan jumlah masyarakat ribuan tidak akan bisa dikontrol FMM.

Setelah lama menunggu di ruangan walikota Padang, ternyata sespri sudah tahu bahwa di dalam agenda Wa­li­kota Mahyeldi tidak ada pertemuan dengan FMM. Untuk menghindari ter­jadi­nya miskomunikasi ter­lalu lama atau pemko yang tidak menerima FMM, ma­ka Asis­ten III Corry Saidan yang membidangi Ad­minis­trasi menemui rombongan FMM.

Sontak saja rom­bong­an FMM terkejut, karena yang ditunggu adalah Wali­kota Mahyeldi kenapa yang datang Corry Saidan. Ter­nyata, Corry Saidan mem­beritahukan bahwa agenda walikota pada hari itu cukup padat. Sebagai Asisten Bi­dang Administrasi, sudah kewajibannya untuk mem­berikan informasi tersebut.

Setelah Corry Saidan memberikan informasi ka­lau Walikota Padang tidak bisa menemui FMM pada hari itu (kemarin,red). Ka­laupun mau menunggu, ke­mung­kinan bisa sampai so­re. “Kalau tidak di ruangan saya saja, ruangan Asisten III,” kata Corry Saidan.

Namun tawaran tersebut tidak diterima rombongan FMM, karena janji bertemu dengan walikota bukan de­ngan yang lainnya. Akhirnya rombongan tidak mau pin­dah ruangan. Corry Saidan akhirnya memutuskan, Wa­li­kota Padang hanya bisa bertemu, Jumat (14/8) pada pukul 10.00 WIB.

Sementara Ketua FMM Sumbar, Masfar Rasyid me­nga­ku kecewa dengan kon­disi itu. Karena dia bersama ke­lom­poknya sudah mem­beri­kan surat pertemuan dengan walikota jauh hari sebelum melakukan pertemuan.

“Kami ingin bertemu Walikota Padang tidak akan lama, hanya minta waktu 10 menit saja. Jika kami tidak bisa bertemu dengan beliau, maka demo besar-besaran nanti tidak kami jamin akan berjalan aman,” paparnya di depan Corry Saidan dan Sespri Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Tuntutan FMM ini, an­tara lain Wako Mahyeldi Ansharullah dan Emzalmi beserta tujuh Cawako dan Cawawako lainnya menya­takan sikap untuk me­nen­tang pembangunan Su­per­block Lippo Grup ke­punya­an pengusaha China, James Riady pada pencalonan. Kenapa sekarang berubah.

James Riady yang juga masuk dalam daftar 10 besar orang terkaya Tanah Air, juga merupakan seorang missionaris yang konon me­m­­punyai program me­ng­kristenisasi umat muslim Indonesia.

Di samping itu, pem­bangunan Padang Landmark melanggar UU No. 26 tahun 2007 tentang penataan ru­ang, UU No. 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung, Perpres RI No. 112 tahun 2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tra­di­si­onal, pusat perbelanjaan dan toko modern, serta me­lang­gar Permendag No. 70 tahun 2013 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisonal.

“Kita bertemu walikota untuk membahas itu, apalagi dulu sebelum terpilih pe­mimpin kita itu telah me­nya­takan menolak, tapi se­karang menerima. Bagai­mana bisa berubah seperti ini. Ada apa,” Kata Buya Irfianda Abidin, yang juga Ketua Umum Ko­mite Pe­ne­gak­kan Syariat Islam (KPSI).

Yang lebih membuat hati menjadi miris, kata Irfianda Abidin, Partai Keadilan Se­jahtera (PKS) merupakan satu-satunya partai yang me­m­bela kepentingan ma­sya­rakat Padang menolak pe­m­bangunan superblock. “Se­benarnya saya berteman de­ngan Mahyeldi dan saya tidak tega mendengar Ma­h­yeldi dibilang pengkhianat oleh Ormas Islam dan ormas lain­nya. Namun, perubahan si­kap Mahyeldi jelas sikap seorang pengkhianat,” tegasnya.

Dirinya juga menolak alasan Pemko Padang yang menyatakan pembangunan mall dan hotel dapat me­ma­jukan perekonomian. Tapi, kemajuan ekonomi tolok ukurnya adalah banyaknya industri di suatu daerah. Dicontohkan Irfianda Abi­din, Jepang yang mem­puny­ai ribuan industri besar seperti Toyota, Sony, Pa­nasonic, atau Korea Selatan yang punya Samsung, Hyu­nda dan Daewoo, sehingga perekonomian berkembang dengan sangat pesat.

Seharusnya Pemko Pa­dang disarankan Irfianda, haruslah mencari investor yang bergerak di sektor in­dustri, bukan di sektor mall dan hotel. “Kalau sektor mall dan hotel, ini hanyalah ke­untungan pribadi yang di­dapat. Dampak positif untuk masyarakat sangat kecil se­kali,” ungkapnya. (h/ows)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 24 Februari 2020 - 07:51:55 WIB

    Dua Kasat dan Tiga Kapolsek di Polresta Padang Dimutasi

    Dua Kasat dan Tiga Kapolsek di Polresta Padang Dimutasi PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Gerbong mutasi di jajaran Polresta Padang kembali berjalan. Dua Kasat dan tiga Kapolsek berganti. Gerbong mutasi tersebut sesuai dengan surat telegram Kapolda Sumbar dengan momor ST/259/III/KEP./20.
  • Ahad, 12 Januari 2020 - 21:35:14 WIB

    Satpol PP Padang Amankan Dua Orang 'Pak Ogah'

    Satpol PP Padang Amankan Dua Orang 'Pak Ogah' PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Keberadaan "Pak Ogah" di sejumlah ruas jalan di Kota Padang membuat resah sebagian pengguna jalan kota Padang dikarenakan dapat membahayakan keselamatan pengendara maupun pak ogah..
  • Rabu, 01 Januari 2020 - 20:09:32 WIB

    Polda Sumbar Tingkatkan Waspada Pasca Dua Terduga Teroris Ditangkap

    Polda Sumbar Tingkatkan Waspada Pasca Dua Terduga Teroris Ditangkap PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto menyebut akan meningkatkan kewaspadaan akan adanya serangan teroris di markas polisi..
  • Kamis, 21 November 2019 - 17:50:16 WIB

    Dua Calon Mundur dari Bursa Ketum Kadin Padang

    Dua Calon Mundur dari Bursa Ketum Kadin Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Dua orang bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Padang mundur dari pencalonan saat digelar Musyawarah Kota (Muskot) Kadin Padang di Hotel Mercure, Kamis (21/11) sore..
  • Jumat, 15 November 2019 - 17:29:47 WIB

    Tabrakan Dua Motor di Khatib Sulaiman, Driver Ojol Meninggal

    Tabrakan Dua Motor di Khatib Sulaiman, Driver Ojol Meninggal PADANG, HARIANHALUAN.COM – Tabrakan maut antara dua sepeda motor terjadi di Jalan Khatib Sulaiman Padang, Jumat (15/11) sekitar pukul 12.20 WIB. Akibat kecelakaan ini, pengendara ojek online (ojol) bernama Yusniar (49) warg.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM