Proyek Stasiun KA BIM Dimulai


Kamis, 13 Agustus 2015 - 19:23:42 WIB
Proyek Stasiun KA BIM Dimulai

Jalur KA Duku menuju BIM dengan panjang linta­san 3,9 kilometer dengan luas tanah sekira 10 - 12 hektare (ha). Untuk fasilitas penunjang akan dibangun pula satu unit jembatan KA yang melintasi Sungai Ba­tang Anai selebar 164 meter, dua unit stasiun, yaitu Sta­siun Duku dan Stasiun BIM serta sistem persinyalan mekanik.

Baca Juga : Hendri Septa Dengarkan Pandangan Fraksi DPRD Tentang LKPJ Wali Kota Padang Tahun 2020

Konstruksi pem­ba­ngu­nan jalur KA antara Duku - BIM telah dimulai pada 2012 silam dengan pembe­basan lahan. Dari tahun tersebut, pembangunan te­lah menelan biaya sebesar Rp 127,5 miliar.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ke­men­terian Perhubungan, Hanggoro Budi Wiryawan menuturkan, tujuan pem­bangunan jalur KA antara Duku - BIM, untuk mewu­judkan integrasi pelayanan transportasi udara dengan kereta api.

Baca Juga : Hendri Septa Buka Sosialisasi LHKASN Tahun 2021

“Pembangunan ini diha­rapkan akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat Sumbar khususnya peng­guna jasa angkutan udara. Dimana nantinya bagi yang akan menuju bandara bisa menggunkan moda trans­portasi ini,” paparnya.

Dikatakannya, target pe­nyelesaian pembangunan proyek ini, selesai pada 31 Desember 2015. Sehingga, pada awal 2016 KA tersebut dapat dioperasikan dalam kondisi minimal operasi.

Baca Juga : Aktifitas Balimau di Padang Dibubarkan Polisi

17 Persen Lahan Belum Bebas

Meski Gubernur Sum­bar, Irwan Prayitno telah melakukan Ground Brea­king stasiun KA BIM, na­mun proyek Kementerian Perhubungan ini masih diba­yangi oleh lahan yang belum bebas hingga saat ini. Diper­kirakan masih ada 17 persen lahan lagi yang belum bebas oleh pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Baca Juga : Akibat Covid-19, Jumlah Pengunjung Museum Adityawarman Padang Hanya 17 Ribu Per Tahun

Kepala Dishubkominfo Sumbar, Amran ditemui Haluan usai ground brea­king menga­takan, sejauh ini lahan yang telah dibebaskan sudah mencapai 83 persen. Masih tersisa beberapa ba­gian tanah yang masih dalam proses nego tim Sembilan untuk bisa dibebaskan.

Dilanjutkannya, untuk pengerjaan proyek Duku – BIM ini terus berjalan di area yang telah dibebaskan. Seperti, pembangunan jem­batan yang sudah di­ram­pungkan pengerjaannya.

Kendala lahan yang saat ini terjadi kata Amran, ha­nya permasalahan kecoco­kan ganti rugi lahan dengan warga yang memiliki lahan. Sumbar mendapat alokasi dana dari pemerintah pusat sebesar Rp67 miliar untuk jalur kereta api Duku me­nuju BIM.

Pemerintah pusat me­nye­tujui pembangunan jalur kereta api Duku-BIM itu dalam Mus­ren­bang Nasio­nal yang dihadiri seluruh kepala daerah, baik guber­nur maupun bupati/walikota di Jakarta.

Sedangkan persoalan gan­ti rugi bangunan milik masyarakat dibicarakan de­ngan masyarakat setempat bersama Tim Sem­bilan yang terdiri dari Pemkab Pa­dang Pariaman, tokoh mas­yarakat setempat dan pihak terkait lainnya. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]