Desa Wisata Rantih yang Penuh Pesona


Jumat, 14 Agustus 2015 - 17:55:23 WIB
Desa Wisata Rantih yang Penuh Pesona

Desa Wisata Rantih se­dikitnya memiliki empat air terjun. Mulai dari Air Terjun Lurah Tibarau, Air Terjun Sungai Bikan, Air Terjun Lurah Lobah, dan Air Terjun Landu, yang saling berdekatan satu sama lainnya.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Dari keempat air terjun tersebut, Air Terjun Sungai Bikan yang memiliki ke­tinggian 40 meter itu, paling banyak dikunjungi wisa­tawan. Untuk dapat men­capai air terjun tersebut, terlebih dahulu harus mele­wati hijaunya areal pers­a­wahan yang terbentang.

Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, untuk bisa menembus ke­rindangan hutan dengan melakukan perjalanan kaki sepanjang dua setengah kilometer, dari pusat Desa Wisata Rantih.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Memang, untuk menuju kawa­san air terjun tersebut, tidak dapat menggunakan kendaraan, hanya dengan berjalan kaki. Setelah sam­pai di jembatan baru Rantih pengunjung dapat me­ni­tipkan ken­daraan di sa­lah satu wa­rung yang ada sana.

Perlu di­ketahui, De­sa Rantih me­miliki dua jem­ba­tan. Salah sa­tunya jem­batan gan­tung yang meng­gu­nakan kabel sling yang dibangun sekitar tahun 19­71, yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Sedangkan jemba­tan ba­ru merupakan jembatan per­manen yang, yang di­bangunan di tahun 2011 lalu, sudah dapat dilintasi ken­daraan roda empat dan ken­daraan berbeban berat lain­nya.

Untuk sedikit melepas penat, kita dapat menikmati jajanan yang disediakan di warung, yang dikelola Lem­baga Rantih Desa Wisata. Sebab, ketika sudah masuk ke kawasan wisata air terjun, di sana agak sulit dijumpai pedagang yang menjajakan makanan dan mi­numan.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

Usai melepas penat, pengun­jung dapat langsung menyusuri areal hutan m­enuju kawasan air terjun, Air Terjun Sungai Bikan merupakan air terjun yang lebih dekat dari jembatan baru ini.

Jika memiliki keber­untungan atau ketika mu­sim tanam akan dimulai, anda akan berkesempatan melihat bagaimana proses peluna­kan sawah secara tradisional dengan meng­gunakan beberapa ekor ker­­bau atau sapi.

Proses melunakan sa­wah ini, biasanya disebut warga setempat ‘Maoncah’ atau barancah. Di areal persawahan itu, wisatawan juga bisa mencoba per­untungan memancing belut sawah.

Lepas dari areal persa­wahan, juga akan melewati sedikit perbukitan, di ba­gian bukit akan terlihat begitu banyak pohon enau, dan tidak beberapa ke­mu­dian akan langsung disugu­hi pemandangan air terjun Sungai Bikan.

Air Terjun Sungai Bikan sebenarnya sudah dibuka semenjak tahun 1991 silam, dan beberapa kali dikun­jungi wisatawan dari luar negeri. Mulai dari Belanda, Jerman dan Singapura.

“Objek wisata air terjun ini memang sudah men­dapat kunjungan dari wisa­tawan mancanegara,” ujar Adrinal, Ketua Lembaga Desa Wisata Rantih kepada Haluan, beberapa waktu lalu.

Setelah sampai di air tejun, anda dapat menik­mati kesejukan air terjun dengan menceburkan diri. Tetapi, hati-hati jangan sam­pai melompat, karena mu­ara dari air terjun sangatlah dangkal.

Suasana Air Terjun Su­ngai Bikan memang terbi­lang sangat sejuk. Sebab, kawasan tersebut diling­kupi dengan pepohonan yang sangat rindang, yang menghadirkan kesejukan udara yang luar biasa.

Tidak jauh dari Air Ter­jun Singai Bikan, anda akan mendapati tiga air terjun lainnya, yakni Air Terjun Lurah Tibarau, Air Terjun Lurah Lobah, dan Air Ter­jun Landu. Ketiga air terjun tersebut merupakan hulu dari sebuah sungai kecil. (*)

 

Narasi dan Foto :
FADILLA JUSMAN

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]