Indonesia (Belum) Merdeka


Jumat, 14 Agustus 2015 - 18:07:37 WIB
Indonesia (Belum) Merdeka

Sudah 70 tahun Indo­nesia merdeka, namun ma­sih banyak rakyat yang ke­laparan. Harga kebutuhan pokok yang selalu naik, BBM yang melambung ting­gi dan langka.

Baca Juga : Etika Politik Koalisi PKS dan PAN dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Masih banyak anak yang tak mengenyam bangku pe­n­didikan, namun yang sudah lulus kuliah pun sulit men­dapat­kan pekerjaan. Akses kesehatan, rumah, listrik dan transportasi yang nyaman dan memadai, masih jadi barang yang mahal .

Indonesia masih terjajah. Selamanya negeri ini akan ter­jajah bila tak ada kemauan kuat dari masyarakatnya un­tuk keluar dari penjajahan ini. Ironisnya, sangat sedikit yang sadar bahwa bangsa ini masih terjajah.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Meski telah berumur 70 tahun namun, secara eko­nomi Indonesia masih be­lum mer­deka. Demikian tang­gapan Ketua Jurusan So­sio­logi An­tro­pologi, Uni­versitas Negeri Padang (UNP) Adri Febrianto kepada Haluan, Selasa (11/8).

“Ini bisa kita lihat de­ngan mata telanjang dimana masih banyak warga yang meratap untuk mengecap kesejahteraan,” ungkapnya.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Dikatakannya, me­ngin­jak umur 70 tahun Indonesia bukan lagi muda untuk se­buah negara. Seharusnya ke­sejah­teraan masyarakat men­jadi tolak ukur pen­canpaian diusia kepala tujuh ini.

Meski untuk kebebasan berpendapat sudah mulai ter­buka tapi bukan jaminan un­tuk mendapat kesejah­teraan seperti yang di­janji­kan dan harusnya diberikan oleh negara.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

“Sebaiknya pemerintah membuka peluang me­ning­katkan taraf ekonomi ma­sya­rakat dengan sarana dan prasarana yang memadai yang mendorong terbukanya sumber daya ekonomi ma­sya­rakat,” ujarnya.

Pembangunan yang di­canang­kan pemerintah, di­ka­takannya harusnya mem­buka kran terisolir bagi daerah yang masih tergolong tertinggal. Disamping itu ketika kran ini telah terbuka dengan sen­dirinya akses pendidikan dasar hingga menengah yang menjadi hak  dasar warga bisa diperoleh semua lapisan.

“Harapan kita di usia yang ke 70 ini pemerintah harus lebih gencar lagi da­lam meningkatkan ke­sejah­teraan warganya. Apakah itu me­lalui pembukaan daerah te­ri­so­lir dan pemerataan pem­bangunan,” harapnya.

LVRI : Nilai Kemerdekaan Sudah “Pudur”

Sebagai orang yang men­yak­sikan kemerdekaan RI ini diraih dengan tumpah darah memang tidak akan pernah matinya semangat ketika me­lihat Indonesia. Apalagi, nilai-nilai ke­mer­dekaan yang sudah mulai ‘pudur’ oleh generasi muda. Semangat menularkan ke­merdekaan itu akan terus dikobarkan.

Hal ini disampaikan ol­eh Ketua LVRI Sumbar Fai­sal Kasim ketika di­min­tai tanggapan terkait dengan hari kemerdekaan Indonesia.

Melihat kondisi Indo­nesia saat ini dia memang sedih, karena mengisi ke­mer­dekaan saja masih ban­yak hambatan yang harus dilalui. Ketika zaman pe­rang setiap generasi muda Indonesia tidak akan pernah bisa me­mikirkan pen­didi­kan, eko­nomi ataupun ke­luarga. Yang ada di pikiran bagaimana mengusir pen­jajah yang men­duduki tanah air.

“Ketika itu, teman mati, keluarga dikorbankan men­jadi pemandangan yang bi­asa. Kami tidak pernah gen­tar melawan dan mengusir penjajah dengan cara kami, dengan trik agar ke­mer­deka­an bisa di raih,”paparnya.

Saat ini, dia berharap ke­pada generasi muda untuk berbuat apa yang bisa di laku­kan semampunya. Ja­ngan be­bas­kan negara de­ngan per­buatan-perbuatan yang mem­perburuk kondisi ne­gara ini. Karena, mengisi kemer­deka­an itu mudah jika mau me­mi­kirkan hal-hal positif.

“Kami berharap, ge­ne­rasi bangsa ini harus terus se­mangat untuk berbuat hal-hal yang baik. Jangan bany­ak menuntut, laku­kan apa yang bisa membuat negara ini, lakukan apa yang bisa mem­buat kondisi negara sema­kin membaik. Apakah melalui pendidikan, prestasi ataupun berbuat di jalur wiraswasta yang jelas jangan lakukan hal-hal negatif yang membuat negara rusak,”tutupnya.  (*)

 

Laporan:
APIZ/ISRA/JEFLI/OSNIWATI

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]