Ancam Eksekusi Padang Ladmark


Jumat, 14 Agustus 2015 - 19:19:50 WIB
Ancam Eksekusi Padang Ladmark

Rombongan yang terdiri dari Ketua FMM Masfar Rasyid, Forum Pembela Is­lam Ilham dan Ketua Ke­satuan Pedagang Pasar (KPP) Asril Manan.

Baca Juga : Cegah Penularan Covid-19, Lapas Padang Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Menurut Masfar Rasyid, FMM sangat kecewa dengan sikap Pemko Padang yang tidak mengubris audensi yang akan membicarakan pembangunan Padang Land­mark. Menurutnya, tuntutan FMM bukan tanpa alasan. Karena setelah dikaji dan di telaah, FMM menemukan bukti bahwa pembangunan Padang Landmark tersebut masih pemilik lama. Artinya FMM yakin pembangunan mall dan hotel tersebut ma­sih di bawah James T. Riady. Sedangkan Smail Ning yang di gadang-gadang telah me­ngambil alih pembangunan tersebut, ternyata masih menggunakan saham James T. Riady.

“Kami menemukan buk­­­­ti itu dari Kemen­kum­ham, ternyata kita semua ditipu. Dengan penipuan yang telah dilakukan Smail Ning dan James T. Riady, makanya kami ingin ber­temu dengan walikota. Apa­kah walikota tahu soal ini atau bagaimana,” papar Mas­far Rasyid.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Perumda AM Padang Siagakan Petugas Lapangan

Dikatakannya, FMM ma­sih memikirkan jalan keluar dari persoalan ini, makanya FMM mengajak pemko un­tuk duduk semeja mem­bi­carakan hal tersebut. Lagi pu­la, bukti kepemilikan Pa­dang Landmark sudah dipe­gang FMM.

“Saat ini kami hanya me­nunggu tanggapan dari Pem­ko Padang apakah ada reaksi atau tidak. Kalau tidak ada tanggapan, kami FMM akan menghentikan pem­bangunan (eksekusi) Padang Landmark tersebut,” paparnya.

Sementara Koordinator Lapangan, Irfianda Abidin menyampaikan, sebulan yang lalu pihaknya sudah bertemu dengan Walikota Padang membicarakan per­temuan tersebut. Apalagi, Walikota Padang pada Ka­mis (13/8) melalui Asisten III Corry Saidan menjan­jikan pertemuan dengan walikota. Ternyata tidak ada realisasi sama sekali.

“Atau walikota kita seka­rang sudah pelupa, setelah duduk menjadi Walikota Padang. Sama dengan fakta yang ditanda tanganinya ketika mencalon dulu, bah­wa pasangan Mahyeldi-Em­zalmi menolak. Saat ini kami ingin bertemu saja susahnya minta ampun, pa­dahal Corry Saidan sudah men­janjikan jika tidak ter­jadi peristiwa besar, maka per­temuan tidak akan diba­talkan, seperti gempa atau tsunami. Ternyata kami di­bo­hongi lagi,” paparnya.

Dikatakan Irfianda, FMM tidak akan menolak investasi yang masuk ke Kota Padang. Namun, harus jelas siapa yang mem­ba­ngunnya, jangan misionaris sepeti James T Riady. Ka­rena, semua orang tahu bah­wa dia misionaris yang akan mengkristenkan orang Is­lam. Terlepas dari itu, jika pembangunan dilanjutkan, maka keluarkan James T. Ready dari PT Surya Per­sada Lestari.

“Hanya kejelasan dan transparan dari Pemko Pa­dang, terkait dengan Padang Land Mark ini yang kita minta,” urainya.

Irfianda Abidin me­nying­­­gung waktu Mahyeldi Ansha­rullah masih jadi wa­kil Fauzi Bahar, pihaknya mengaku tidak terlibat dan tidak me­ngetahui pendirian RS Si­loam dan pem­ba­ngu­nan Su­per­block Lippo Group. Karena pada saat peletakan batu per­tama, Walikota Pa­dang Fauzi Ba­har tidak membicarakan dengannya.

“Saya terkejut waktu itu, pagi-pagi Fauzi meminta saya hadir pada peletakan batu pertama pembangunan Super­block Lippo Group. Padahal sebelumnya saya tidak me­ngetahui. Itu kata Mahyeldi,” jelas Irfianda Abidin.

Sementara itu, Ketua Kesatuan Pedagang Pasar (KPP), Asril Manan me­negaskan, jika pemko me­nambahkan pembangunan mall, maka pengusaha UMKM secara perlahan akan mati. Karena, dua contoh yang sudah di­be­rikan, yakni Plaza An­dalas dan SPR yang me­matikan perekonomian Pa­sar Raya Padang. Ini alasan yang di­kemukakan KPP untuk ikut bergabung de­ngan FMM.

“Dengan satu misi itu, maka kami KPP ikut serta persoalan Padang Lan­d­mark ini. Kami menuntut jan­ji walikota untuk men­cetak 10 ribu wirausaha,” ucapnya.

Menanggapi kekecewaan dan maksud dari FMM, Em­zalmi menerima masukan dan kritikan dari FMM. Dia akan menyampaikan kepada Walikota Padang, Mahyeldi tekait dengan keinginan dari FMM. “Kita akan lakukan pertemuan lanjutan, jika memang seperti ini adanya. Yang jelas, kami Pemko Padang melakukan pem­bangunan selalu berjalan diaturan yang jelas,” ucap­nya. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]